BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

header-ad

Berita Utama

Berita Utama

Berita Pilihan

Berita Pilihan

Kegiatan Binawasa

Binawasa/block-2/#e89319

Kegiatan Binamuda

Bina Muda/block-2/#0099cc

Berita Foto

Berita Foto/block-3/#72347d

Dewan Kerja Daerah

Dewan Kerja/block-1/#2adca1

Satuan Karya Pramuka

Satuan Karya/block-7/#00bfff

In Memorian

In Memorian/block-8/#E74C3C

Humas & Informatika

Humas & Informatika/block-9/#2874A6

BERITA KWARTIR CABANG

Kwartir Cabang/block-4/#F4D03F

Surat Edaran

Surat Edaran/block-6/#E74C3C

Unduhan

Unduhan/block-6/#E74C3C

Kegiatan Gugusdepan

Kegiatan Gudep/block-5/#5499C7

Opini

Opini/block-7/#E74C3C

Fokus Lomba Tingkat Pramuka

Lomba Tingkat

Latest Articles

Agung Nugroho: Trisatya dan Dasa Darma Harus Dibuktikan, Bukan Sekadar Dihafal

 



Pekanbaru - Ribuan anggota Pramuka memadati Gelanggang Remaja, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Sabtu (12/9/2026). Di tengah barisan seragam cokelat dan setangan leher merah putih, peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Cabang Kota Pekanbaru tidak sekadar menjadi panggung seremoni.


Pesan yang mengemuka justru lebih jauh yakni Pramuka harus mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi generasi muda dan masyarakat. Dari ancaman hoaks, perundungan, judi online, persoalan sampah, ketahanan pangan, hingga kebutuhan pertolongan darurat, Gerakan Pramuka dituntut tidak berhenti pada hafalan Trisatya dan Dasa Darma.


Walikota Pekanbaru selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru, Kak H Agung Nugroho, SE.,MM menegaskan bahwa nilai-nilai kepramukaan harus dibuktikan melalui tindakan sehari-hari.


“Trisatya dan Dasa Darma itu bukan cuma untuk dihafal, tapi ditunjukkan lewat tindakan sehari-hari,” ujar Kak Agung di hadapan ribuan anggota Pramuka.


Menurut dia, Pramuka memiliki posisi penting dalam membentuk generasi muda yang tangguh, kreatif, berintegritas, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.


Namun, tantangan generasi muda hari ini tidak lagi sederhana. Pendidikan karakter tidak cukup hanya berhadapan dengan persoalan kedisiplinan dan kemandirian. Anak-anak dan remaja juga menghadapi derasnya arus informasi, penyebaran berita bohong, perundungan, serta ancaman judi online.


“Di tengah tantangan zaman seperti hoaks, perundungan, hingga judi online, Pramuka harus jadi ruang tumbuh yang modern, kreatif, tapi tetap beradab dan terpercaya,” kata Kak Agung.


Tidak Cukup Menjadi Penonton


Kak Agung mendorong anggota Pramuka mulai bergerak dari lingkungan terdekat. Kepedulian, menurut dia, tidak harus menunggu kegiatan besar atau agenda resmi organisasi.


Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan lahan di sekolah maupun rumah untuk menanam sayuran menggunakan polybag. Selain membuat lingkungan lebih hijau, kegiatan itu dinilai dapat menumbuhkan kesadaran tentang ketahanan pangan dan kepedulian terhadap lingkungan.


“Kita dorong kawan-kawan Pramuka untuk langsung bergerak di sekolah dan lingkungan rumah: manfaatkan lahan dengan menanam polybag sayuran dan jaga kebersihan saluran air sekitar kita,” ujarnya.


Ia juga meminta anggota Pramuka menjadi pelopor dalam mengelola sampah, tidak membuang sampah ke drainase, serta menanam dan merawat pohon hingga tumbuh.


Bagi Kak Agung, kepedulian lingkungan tidak boleh berhenti pada kegiatan simbolis. Ia harus menjadi kebiasaan yang terus dijalankan dan ditularkan kepada masyarakat.


“Pramuka bukan sekadar seragam dan kacu merah putih, tapi tentang keteladanan dan aksi nyata di tengah masyarakat,” katanya.


Pramuka juga didorong hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. Salah satunya dengan ikut mengenalkan layanan darurat 112 Pekanbaru agar semakin banyak warga mengetahui akses pertolongan ketika menghadapi keadaan darurat.


“Pramuka juga harus hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan serta ikut mengenalkan layanan 112 Pekanbaru,” ujar Agung.


Jalur Hijau Beasiswa bagi Pramuka Berprestasi


Dalam kesempatan tersebut, Kak Agung menjanjikan jalur hijau beasiswa bagi anggota Pramuka berprestasi. Anggota Pramuka yang memiliki sertifikat prestasi yang diterbitkan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru akan mendapat kemudahan untuk memperoleh beasiswa melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.


“Atas nama Pemko Pekanbaru, kami akan memberikan apresiasi dan jalur hijau untuk adik-adik Pramuka yang berprestasi, yang sertifikatnya dikeluarkan oleh Kwartir Cabang Kota Pekanbaru,” kata Kak Agung.


Ia menyebut kebijakan tersebut sebagai bentuk penghargaan atas prestasi dan dedikasi generasi muda dalam kegiatan kepramukaan. Penghargaan itu diharapkan menjadi dorongan agar anggota Pramuka terus aktif, berprestasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


Selain menyampaikan dukungan terhadap anggota Pramuka berprestasi, Kak Agung juga mengapresiasi kontingen Pekanbaru yang mengikuti Jambore Nasional ke-12.


Ia mengaku ikut merasakan kekhawatiran ketika para peserta berada jauh dari keluarga. Karena itu, Kak Agung memutuskan datang langsung ke lokasi Jambore dan meminta laporan perkembangan peserta secara berkala.


“Saya memutuskan untuk hadir langsung ke lokasi Jambore dan meminta laporan dua kali 24 jam untuk melihat perkembangan adik-adik sekalian. Saya ingin memastikan sendiri kesehatan, keamanan, serta kebutuhan adik-adik kita,” ungkapnya.


Menurut Kak Agung, keikutsertaan dalam Jambore Nasional bukan sekadar pengalaman mengikuti kegiatan berskala nasional. Para peserta dinilai telah menunjukkan disiplin, adab, persaudaraan, serta kemampuan membawa nama baik Kota Pekanbaru.


Kak Sulastri dan Konsolidasi Gerakan Pramuka


Agung juga memberikan apresiasi kepada Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru, Kak Hj Sulastri A S.Sos., MH.


Ia menilai, di bawah kepemimpinan Kak Sulastri, Gerakan Pramuka Pekanbaru menunjukkan perkembangan yang membanggakan dan semakin dikenal di luar daerah.


“Kita perlu akui bahwa Kakak Sulastri berhasil dalam memimpin Kwartir Cabang Pramuka Kota Pekanbaru. Hari ini, Pramuka Kota Pekanbaru tidak hanya dikenal prestasinya di Kota Pekanbaru maupun Provinsi Riau, tetapi sudah dikenal di tingkat nasional,” ucap Kak Agung.


Kak Agung menyebut peringatan Hari Pramuka ke-65 tersebut sebagai salah satu kegiatan Pramuka terbesar yang pernah digelar di Kota Pekanbaru.


“Ini merupakan sejarah. Belum pernah ada acara Pramuka di Kota Pekanbaru yang sebesar ini dan semegah ini,” tuturnya.


Namun, ia mengingatkan bahwa besarnya kegiatan tidak boleh menjadi tujuan akhir. Prestasi dan kemeriahan acara harus berjalan beriringan dengan pembentukan sumber daya manusia yang berkarakter, terampil, mandiri, disiplin, serta peduli terhadap lingkungan dan masyarakat.


Sebanyak 56 orang menerima penghargaan dalam berbagai kategori. Penghargaan tersebut terdiri atas empat Lencana Melati, tiga Lencana Tiga Darma Bakti, lima Lencana Karya Bakti, dua Lencana Teladan, 38 Lencana Pancawarsa, serta empat Pramuka Garuda.


Penghargaan juga diberikan kepada 18 organisasi perangkat daerah yang dinilai memberikan dukungan terhadap Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru.


“Penghargaan bukan sekadar tanda yang disematkan pada seragam. Penghargaan merupakan amanah agar semakin setia kepada Trisatya, semakin teguh menjalankan Dasa Darma, dan semakin luas memberikan manfaat kepada masyarakat,” kata Kak Agung.


Sekitar 3.500 Anggota Hadir


Wakil Walikota Pekanbaru selaku Wakil Ketua Mabicab, Kak H Markarius Anwar ST MArch mengapresiasi antusiasme anggota Pramuka yang hadir dalam apel tersebut.


Ia menyebut sekitar 3.500 anggota Pramuka mengikuti rangkaian kegiatan di Gelanggang Remaja. Jumlah tersebut, menurut dia, menunjukkan besarnya potensi generasi muda dalam Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru.


“Luar biasa dan apresiasi kepada seluruh anak-anak Pramuka yang hadir sekitar 3.500 anggota Pramuka dalam rangka Apel Hari Pramuka ke-65 tahun,” ujar Kak Markarius.


Ia juga mengapresiasi penampilan peserta dalam Peraturan Baris-Berbaris, ubade, dan panduan suara yang dinilai menunjukkan kekompakan, kedisiplinan, serta semangat kebersamaan.


Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru, Kak Hj Sulastri A S.Sos., MH, mengatakan peringatan Hari Pramuka bukan sekadar agenda tahunan.


“Hari ini kita berkumpul bukan sekadar untuk memperingati Hari Pramuka, hari ini kita merayakan semangat, perjuangan, persaudaraan, dan masa depan bangsa,” katanya.


Kak Sulastri menegaskan, Pramuka tidak hanya berkaitan dengan seragam, upacara, atau perkemahan. Lebih dari itu, Pramuka merupakan ruang pembentukan karakter, keberanian, kepedulian, dan pengabdian.


“Pramuka bukan hanya tentang seragam, Pramuka bukan hanya tentang upacara, Pramuka bukan hanya tentang berkemah. Pramuka adalah tentang karakter, Pramuka adalah tentang keberanian, Pramuka adalah tentang kepedulian, dan Pramuka adalah tentang pengabdian,” ujarnya.


Membenahi Saka hingga Sako


Kak Sulastri mengatakan, kepengurusan Kwarcab Pekanbaru yang dilantik pada 6 Desember 2025 terus melakukan pembenahan organisasi. Meski belum genap setahun menjalankan amanah, Kwarcab Pekanbaru berupaya mempertahankan prestasi sebagai Kwarcab Tergiat I di Provinsi Riau sekaligus memperkuat pembinaan generasi muda.


Salah satu fokus pembenahan adalah Satuan Karya Pramuka atau Saka. Menurut Kak Sulastri, sebelumnya hanya sejumlah Saka yang aktif melakukan pembinaan. Karena itu, Kwarcab melakukan rapat koordinasi untuk menghidupkan dan memperkuat pembinaan Saka.


“Kami melakukan rapat koordinasi, mulai dari yang belum ada Saka hingga sampai dilantik dan hari ini semua Saka hadir untuk bersama-sama berkomitmen membina generasi muda melalui Gerakan Pramuka,” ungkapnya.


Pada tahun ini, Kwarcab Pekanbaru juga melantik Satuan Komunitas Pramuka Sekolah Islam Terpadu untuk pertama kalinya di Kota Pekanbaru.


Di bidang pengabdian, Kwarcab Pekanbaru menjalankan berbagai kegiatan penghijauan, bakti masyarakat, kepedulian terhadap panti asuhan, pembagian masker, bumbung kemanusiaan, hingga keterlibatan dalam penanganan bencana longsor di Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara.


Pembenahan juga dilakukan pada sarana dan prasarana. Pada Mei 2026, Pemerintah Kota Pekanbaru meresmikan Bumi Perkemahan Tunas Kencana di kawasan Danau Bandar Khayangan sebagai pusat kegiatan kepramukaan dan perkemahan di Kota Pekanbaru.


Dukungan anggaran untuk kegiatan kwartir ranting juga ditingkatkan melalui pemerintah kecamatan. Tahun ini, anggaran tersebut disebut mencapai Rp100 juta, meningkat dari sebelumnya sekitar Rp50 juta hingga Rp60 juta.


“Kita membutuhkan generasi yang ketika diberi tanggung jawab, mampu menjalankannya. Ketika menghadapi kesulitan, tidak mudah menyerah. Ketika melihat orang lain membutuhkan pertolongan, mau turun tangan,” kata Kak Sulastri.


Ia mengingatkan anggota Pramuka agar tidak sekadar menjadi penonton masa depan. “Jangan takut bermimpi besar, jangan takut mencoba, jangan takut gagal. Bangkit ketika jatuh, belajar ketika salah dan terus melangkah ketika menghadapi tantangan,” tegasnya.


Menurut Kak Sulastri, masa depan Indonesia tidak cukup diserahkan kepada mereka yang pandai berbicara. Masa depan membutuhkan generasi yang mampu bekerja, bertanggung jawab, dan memberi teladan.


“Jangan hanya menjadi penonton masa depan. Jadilah generasi yang menentukan masa depan,” ujarnya.


Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Pekanbaru pun ditutup dengan pesan yang jelas bahwa ukuran keberhasilan Gerakan Pramuka bukan semata-mata banyaknya kegiatan, megahnya upacara, atau banyaknya penghargaan.


Ukuran yang lebih penting adalah seberapa jauh nilai-nilai kepramukaan hadir dalam kehidupan sehari-hari—ketika lingkungan membutuhkan kepedulian, ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, dan ketika bangsa membutuhkan generasi yang berani mengambil tanggung jawab.


Jayalah Pramuka, jayalah Indonesia.


Penulis: Kak Rasid Ahmad





















Kabut Asap Tak Padamkan Semangat Pramuka Kampar, Hari Pramuka ke-65 Digelar Khidmat di Dalam Ruangan

 


Kwardariau.or.id, Bangkinang - Keterbatasan akibat menurunnya kualitas udara dan ancaman kabut asap Karhutla tidak menyurutkan semangat Gerakan Pramuka di Kabupaten Kampar. Peringatan Hari Pramuka ke-65 tetap berlangsung khidmat dan penuh semangat, meski kali ini harus digelar berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.


Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kampar melaksanakan Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Aula Kantor Bupati Kampar, Kamis (3/9/2026). Jika biasanya upacara dilaksanakan di lapangan terbuka, kondisi kualitas udara membuat panitia mengambil langkah adaptif dengan memindahkan seluruh rangkaian kegiatan ke ruang tertutup.


Ketua Kwarcab Kampar, Kak Aliman Makmur, mengatakan perubahan lokasi tersebut merupakan bentuk kepatuhan terhadap Surat Edaran Plt. Gubernur Riau Nomor 100.3.4/17/SETDA/2026 tentang penyesuaian kegiatan pembelajaran akibat penurunan kualitas udara dan ancaman kabut asap Karhutla di wilayah Riau.


“Kami mengalihkan rangkaian kegiatan ke ruang tertutup untuk menjaga kesehatan anggota Gerakan Pramuka sesuai arahan edaran gubernur terkait kondisi udara saat ini,” ujar Kak Aliman.


Keputusan tersebut mendapat dukungan dari Kwartir Daerah (Kwarda) Riau. Ketua Kwarda Riau yang diwakili Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Dewasa (Binawasa), Kak Anshari Kadir, mengapresiasi langkah Kwarcab Kampar yang tetap menjalankan peringatan Hari Pramuka dengan memperhatikan keselamatan dan kesehatan peserta.


“Alhamdulillah, acara tetap berjalan lancar, penuh khidmat, dan tidak mengurangi semangat para peserta,” kata Kak Anshari.


Dalam upacara tersebut, bertindak sebagai Pembina Upacara yakni Kak Dwianto Prihartono, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangkinang sekaligus unsur Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab). Ia hadir mewakili Bupati Kampar, Kak Ahmad Yuzar, selaku Kamabicab.


Bupati Kampar berhalangan hadir karena pada waktu yang bersamaan menghadiri agenda peluncuran program PKMK sekaligus peresmian Puskesmas Kuntu di Kecamatan Kampar Kiri. Turut hadir mendampingi di lokasi, Asisten II Setda Kampar, Kak Muhammad.


Suasana peringatan semakin istimewa ketika acara memasuki agenda penganugerahan penghargaan bagi anggota Gerakan Pramuka Kampar. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap dedikasi para pembina sekaligus penghormatan atas pencapaian peserta didik Pramuka.


Sejumlah penghargaan diberikan kepada golongan orang dewasa serta Pramuka Garuda, sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian, pembinaan, dan pencapaian tertinggi yang berhasil diraih anggota Gerakan Pramuka.


Selain itu, turut dilakukan penyerahan Tanda Ikut Serta Kegiatan (Tiska) dan piagam penghargaan kepada kontingen Cabang Kampar yang mengikuti Jambore Nasional.


Penghargaan juga diberikan berupa Tanda Ikut Gotong Royong (Tigor) dan piagam kepada peserta Perkemahan Antar Satuan Karya (Peran Saka) Nasional yang diselenggarakan di Gorontalo.


Rangkaian penghargaan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam peringatan Hari Pramuka ke-65 di Kampar. Di tengah kondisi daerah yang sedang menghadapi persoalan kualitas udara, semangat berprestasi, mengabdi, dan berkarya tetap mendapatkan tempat.


Pelaksanaan Hari Pramuka ke-65 ini sekaligus menunjukkan bahwa Gerakan Pramuka Kampar mampu beradaptasi dengan situasi tanpa kehilangan esensi kegiatan. Pilihan untuk memindahkan upacara ke dalam ruangan menjadi bukti bahwa keselamatan dan kesehatan anggota tetap menjadi prioritas, sementara semangat kepramukaan terus dijaga.


Kabut asap boleh membatasi ruang gerak, tetapi tidak memadamkan semangat. Dari Aula Kantor Bupati Kampar, nilai kedisiplinan, kebersamaan, pengabdian, dan gotong royong justru kembali ditegaskan sebagai bagian penting dari jati diri Gerakan Pramuka.


Penulis: Kak Anshari Kadir

Editor: Kak Rasid Ahmad










Pramuka Berbagi, Kwarcab Pekanbaru Santuni Anak-anak Panti Asuhan Al Ilham

 

Sambutan Ketua kwarcab Kota Pekanbaru yang diwakili Waka Kwarcab Bidang Abdimasgana LH Kak Zarman Candra, S.STP., M.Si.



Pekanbaru - Semangat kepedulian dan berbagi terus ditunjukkan Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Pekanbaru. Dalam rangkaian Bulan Bakti Pramuka Tahun 2026, Kwarcab Pekanbaru menyambangi sekaligus memberikan santunan kepada anak-anak Panti Asuhan Al Ilham, Jalan Unggas, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Senin (31/8/2026).


Kegiatan bertajuk Pramuka Berbagi tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65. Pelaksanaannya digerakkan Kwarcab Pekanbaru melalui Bidang Abdimasgana LH dan Satgas Pramuka Peduli, berkolaborasi dengan Kecamatan Bukit Raya serta Kwartir Ranting (Kwarran) Bukit Raya.


Ketua Kwarcab Kota Pekanbaru yang diwakili Wakil Ketua Bidang Abdimasgana LH, Kak Zarman Candra, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian Gerakan Pramuka terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yang berada di panti asuhan.


"Alhamdulillah, hari ini sangat luar biasa. Kita menaja kegiatan Pramuka Peduli anak-anak panti asuhan dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 dan Bulan Bakti Pramuka," ujar Kak Zarman.


Menurutnya, kegiatan sosial tersebut juga merupakan bentuk apresiasi Ketua Kwarcab Kota Pekanbaru, Kak Hj. Sulastri A., S.Sos., M.H., terhadap berbagai aktivitas kepramukaan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.


"Ini merupakan bentuk apresiasi dari Ketua Kwarcab terhadap aktivitas-aktivitas Pramuka yang menyentuh langsung masyarakat," katanya.


Kak Zarman juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Pekanbaru yang terus membuka ruang kolaborasi dengan Gerakan Pramuka dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.


"Kita mengapresiasi kehadiran anggota Mabicab. Ini juga merupakan spirit dari Pemerintah Kota Pekanbaru yang dipimpin Bapak Wali Kota Pekanbaru H. Agung Nugroho, S.E., M.M., bagaimana Pramuka berkolaborasi dengan Pemko dalam aksi sosial kemasyarakatan," ujarnya.


Ia turut menyampaikan terima kasih kepada Camat Bukit Raya, para lurah, Kwarran Bukit Raya dan seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.


"Kita mengucapkan terima kasih kepada Camat Bukit Raya, lurah, Kwarran Bukit Raya yang sudah hadir dan mendukung kelancaran kegiatan berbagi kita ini," katanya.


Camat Bukit Raya selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Kamabiran), Kak Defna Leony, S.IP., M.Si., menyambut baik dipilihnya wilayah Bukit Raya sebagai lokasi kegiatan Pramuka Berbagi.


"Kami mengucapkan terima kasih karena Bukit Raya menjadi lokasi berbagi santunan di Panti Asuhan Al Ilham dalam rangka Bulan Bakti Pramuka," ujar Kak Defna.


Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar penyerahan santunan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian dan semangat untuk berbagi kepada sesama.


"Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian serta semangat untuk berbagi kepada sesama," katanya.


Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Pekanbaru selaku Anggota Mabicab, Kak Junaedy, mengapresiasi kolaborasi antara Kwarcab Kota Pekanbaru dan Dinas Sosial dalam kegiatan tersebut.


Menurutnya, panti asuhan merupakan salah satu lembaga yang mendapatkan perhatian dan pembinaan dalam lingkup Dinas Sosial Kota Pekanbaru.


"Panti asuhan merupakan salah satu lembaga pembinaan dari Dinas Sosial. Ke depan semoga kolaborasi Kwarcab dengan Dinas Sosial terus terjalin," ujar Kak Junaedy.


Kehadiran Pramuka di Panti Asuhan Al Ilham sekaligus memperlihatkan bahwa semangat kepramukaan tidak berhenti pada kegiatan perkemahan, latihan maupun kegiatan organisasi. Nilai kepedulian, gotong royong dan pengabdian kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dari pendidikan karakter dalam Gerakan Pramuka.


Melalui kegiatan Pramuka Berbagi, anak-anak panti tidak hanya menerima santunan, tetapi juga mendapatkan perhatian dan semangat kebersamaan dari keluarga besar Gerakan Pramuka Pekanbaru.


Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Sosial Kota Pekanbaru selaku Anggota Mabicab Kak Junaedy, Waka Kwarcab Bidang Abdimasgana LH Kak Zarman Candra, Waka Kwarcab Bidang Binawasa Kak Delimarnis, Sekretaris Kwarcab Kak Irwan Yuliadi, Ketua Satgas Pramuka Peduli Kak Ardiansyah MZ Tanjung beserta jajaran, serta pengurus Panti Asuhan Al Ilham, Yurnalis.


Turut hadir Andalan Cabang Kak Denny Boy, Kak Elly Agustina, Kak M. Kasir, Kak Sri Rejeki Handayani, Kak Joni Jaiza Putra, Kak Wiwik Sumarti, Kak Alex Sandra, Camat Bukit Raya Kak Defna Leony beserta para lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua Kwarran Bukit Raya Kak Helena Reza Putri beserta jajaran, serta Pengurus DKR Bukit Raya.


Pramuka Berbagi menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Terkadang, kepedulian hadir melalui kehadiran, perhatian, dan uluran tangan yang diberikan dengan tulus.


Penulis: Rasid Ahmad



















Tanam Bibit Pohon hingga Benahi Lapangan Voli, Kwarcab Pekanbaru Hadir di Limbungan

 

Sambutan Ketua Kwarcab diwakili oleh Wakil Ketua Kwarcab bidang Abdimasgana dan LH Kak Zarman Chandra

Kwardariau.or.id, Pekanbaru - Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru. Melalui kegiatan Pramuka Menolong, Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru tidak hanya mengajak masyarakat menanam pohon, tetapi juga membagikan ratusan bibit tanaman dan membenahi fasilitas olahraga warga.


Kegiatan yang digelar Kwarcab Pekanbaru melalui Bidang Abdimasgana dan Lingkungan Hidup (LH) bersama Satgas Pramuka Peduli tersebut berlangsung di RW 01 Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai Timur, Kota Pekanbaru, Ahad (30/8/2026).


Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bakti Pramuka sekaligus wujud nyata kepedulian Pramuka terhadap lingkungan dan masyarakat.


Wakil Ketua Kwarcab Pekanbaru Bidang Abdimasgana dan LH, Kak Zarman Candra, mengatakan kegiatan tersebut dikemas dalam sejumlah aksi, mulai dari penanaman pohon, gotong royong, pembagian bibit tanaman hingga pembenahan fasilitas olahraga masyarakat.


“Dari Abdimasgana LH dan Satgas Pramuka Peduli melakukan penanaman pohon, gotong royong sekaligus memberikan bibit, baik bibit buah lebih kurang 400 pohon dan juga 200 lebih bibit cabai yang kami distribusikan kepada masyarakat dan kelompok ibu-ibu PKK serta Posyandu yang ada di Kelurahan Limbungan,” kata Zarman.


Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Kwarcab Pekanbaru untuk ikut mendukung berbagai program pemerintah kota, khususnya dalam menciptakan lingkungan yang sehat, hijau, produktif dan nyaman bagi masyarakat.


Zarman menyebut kegiatan penanaman pohon tidak hanya melibatkan anggota Pramuka, tetapi juga masyarakat, kader PKK dan Posyandu.


“Agenda ini merupakan suatu bentuk kepedulian dari Ketua Kwarcab Pekanbaru Kak Hj. Sulastri A., S.Sos., M.H. untuk mendukung upaya-upaya program Pemerintah Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Bapak H. Agung Nugroho, S.E., M.M.,” ujarnya.


Semangat gotong royong juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Anggota Pramuka bersama masyarakat bergotong royong membersihkan lingkungan di kawasan Limbungan.


Tak berhenti di kegiatan lingkungan, Pramuka juga ikut melihat kebutuhan masyarakat terhadap ruang aktivitas olahraga.


Salah satu fasilitas yang mendapat perhatian adalah lapangan voli. Kwarcab Pekanbaru bersama masyarakat melakukan pembenahan lapangan sekaligus menyerahkan bantuan peralatan olahraga voli.


“Dari Pramuka melakukan gotong royong untuk melakukan pembersihan khususnya yang ada di Limbungan ini. Kami juga melakukan pembenahan lapangan voli yang ada di sini dan menyerahkan bantuan peralatan olahraga voli,” ujar Zarman.


Menurutnya, lingkungan yang bersih dan hijau harus berjalan beriringan dengan tersedianya ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas dan menjaga kebugaran.


Ia berharap masyarakat Kelurahan Limbungan dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan bantuan yang diberikan untuk mendukung pola hidup sehat.


“Semoga masyarakat Kelurahan Limbungan khususnya Kecamatan Rumbai Timur bisa memanfaatkan aktivitas ini untuk bisa hidup sehat sebagaimana yang diinginkan Bapak Wali Kota,” harapnya.


Kegiatan Pramuka Menolong di Limbungan juga memperlihatkan bahwa pengabdian Pramuka tidak selalu harus dilakukan dalam kegiatan besar. Menanam pohon, membersihkan lingkungan, menyediakan bibit pangan dan memperbaiki fasilitas olahraga merupakan bentuk pengabdian yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.


Ratusan bibit buah yang dibagikan diharapkan tidak hanya menjadi tanaman penghijau, tetapi juga dapat tumbuh menjadi sumber pangan bagi masyarakat. Begitu pula ratusan bibit cabai yang disalurkan kepada warga, kelompok PKK dan Posyandu diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.


Zarman menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut menyukseskan kegiatan tersebut, mulai dari Kwarcab Pekanbaru, Kwartir Ranting (Kwarran) Rumbai Timur, Camat Rumbai Timur, lurah, mahasiswa KKN Universitas Awal Bros hingga seluruh masyarakat yang turut bergotong royong.


“Terima kasih kepada Kwarcab Pekanbaru, Kwarran Rumbai Timur, Camat Rumbai Timur, lurah, mahasiswa KKN Universitas Awal Bros dan seluruh masyarakat yang hadir bersama-sama kita,” ucapnya.


Bagi Pramuka Pekanbaru, aksi di Limbungan menjadi pengingat bahwa Bulan Bakti Pramuka bukan sekadar rangkaian kegiatan seremonial. Ia harus hadir dalam bentuk kerja nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat—dari lingkungan yang lebih hijau, pangan keluarga, hingga ruang olahraga yang lebih layak. Pramuka menanam, masyarakat merawat; Pramuka bergotong royong, masyarakat bergerak. Dari Limbungan, semangat pengabdian itu tumbuh bersama.


Penulis: Rasid Ahmad

Sambutan Ketua Satgas Pramuka Peduli Kak Ardiansyah MZ Tanjung pada acara Pramuka Menolong dalam rangka Bulan Bakti Pramuka di RW 01 Kelurahan Limbungan Kecamatan Rumbai Timur Kota Pekanbaru, Minggu, 30/8/2026

Sambutan Camat Rumbai Timur diwakili Sekretaris Camat Kak Tengku Ruzain.