BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

header-ad

Berita Utama

Berita Utama

Berita Pilihan

Berita Pilihan

Kegiatan Binawasa

Binawasa/block-2/#e89319

Kegiatan Binamuda

Bina Muda/block-2/#0099cc

Berita Foto

Berita Foto/block-3/#72347d

Dewan Kerja Daerah

Dewan Kerja/block-1/#2adca1

Satuan Karya Pramuka

Satuan Karya/block-7/#00bfff

In Memorian

In Memorian/block-8/#E74C3C

Humas & Informatika

Humas & Informatika/block-9/#2874A6

BERITA KWARTIR CABANG

Kwartir Cabang/block-4/#F4D03F

Surat Edaran

Surat Edaran/block-6/#E74C3C

Unduhan

Unduhan/block-6/#E74C3C

Kegiatan Gugusdepan

Kegiatan Gudep/block-5/#5499C7

Opini

Opini/block-7/#E74C3C

Fokus Lomba Tingkat Pramuka

Lomba Tingkat

Latest Articles

Film Pramuka Resmi Diputar di Pekanbaru, Wakil Walikota: Jangan Sampai Tidak Nonton!

 



Kwardariau.or.id, Pekanbaru – Semangat membangun karakter generasi muda melalui media perfilman mulai digaungkan di Kota Pekanbaru. Sosialisasi dan pemutaran perdana Film Pramuka karya Alamanda Production resmi digelar di Bioskop Cinepolis Living World Pekanbaru, Selasa (28/7/2026), dengan mengajak seluruh sekolah dan keluarga menjadikan film tersebut sebagai tontonan edukatif.


Wakil Walikota Pekanbaru yang juga Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru, Kak H. Markarius Anwar, ST., M.Arch, menilai Film Pramuka menjadi alternatif hiburan yang tidak hanya menarik, tetapi juga sarat nilai pendidikan karakter.


Menurutnya, di tengah minimnya film anak Indonesia yang berkualitas, kehadiran Film Pramuka menjadi angin segar bagi dunia pendidikan.


"Kita tahu film anak-anak Indonesia belakangan ini masih sangat kurang. Mudah-mudahan ini menjadi salah satu alternatif yang baik bagi anak-anak kita. Terima kasih kepada semua pihak, semoga film-film sejenis terus diproduksi," ujar Kak Markarius.


Ia mengatakan, film tersebut diharapkan mampu membangkitkan kembali kecintaan anak-anak terhadap Gerakan Pramuka sekaligus mendorong mereka aktif mengikuti kegiatan kepramukaan di sekolah.


Kak Markarius bahkan mengenang perjalanan hidupnya yang banyak dibentuk melalui Pramuka sejak duduk di bangku sekolah dasar.


"Terus terang, disiplin dan kepemimpinan saya dibentuk dari Pramuka. Sejak SD saya sudah ikut Pramuka, bahkan pernah mengikuti Jambore Nasional tahun 1991," ungkapnya.


Mewakili Ketua Mabicab, ia juga mengajak para kepala sekolah untuk tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi turut mengajak peserta didik menyaksikan Film Pramuka secara bersama-sama.


"Sampaikan kepada sekolah-sekolah. Kalau memungkinkan adakan nonton bareng bersama anak-anak kita di bioskop, tentu dengan biaya yang tidak memberatkan dan bagi mereka yang bersedia. Film ini sangat menarik, tidak hanya menghibur tetapi juga memiliki nilai yang luar biasa," katanya.


Ia menegaskan, Film Pramuka dapat menjadi media efektif dalam membentuk karakter generasi muda melalui nilai disiplin, kepemimpinan, gotong royong, hingga cinta tanah air.


"Ini sekaligus membangun semangat anak-anak kita agar kembali aktif di Pramuka. Jadikan Pramuka sebagai aktivitas di sekolah yang mampu membentuk karakter generasi penerus bangsa," ujarnya.


Diakhir sambutannya, Kak Markarius memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam produksi dan sosialisasi film tersebut.


"Selamat kepada Alamanda Production, Kwarda Riau, dan Kwarcab Kota Pekanbaru atas terselenggaranya kegiatan ini. Jangan sampai tidak nonton," ucapnya.


Sementara itu, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru yang diwakili Sekretaris Kwarcab, Kak Irwan Yuliadi, AMd., S.IP., MM, menjelaskan bahwa pemutaran Film Pramuka merupakan hasil kerja sama Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dengan PT Alamanda Mandiri Sejahtera, yang secara nasional telah diluncurkan pada 20 Juli 2026.


Menurutnya, film tersebut dibuat sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter sekaligus upaya melakukan rebranding Gerakan Pramuka agar semakin dekat dengan generasi muda.


"Film Pramuka dibuat dalam rangka penguatan pendidikan karakter sekaligus menjadi sarana rebranding Gerakan Pramuka, agar semakin banyak anak-anak dan remaja tertarik mengikuti kegiatan kepramukaan serta memahami peran Pramuka dalam membentuk generasi yang berkarakter, berintegritas, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila," jelas Kak Irwan.


Ia menambahkan, selama proses produksi, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka turut melakukan pendampingan agar seluruh materi kepramukaan yang ditampilkan tetap sesuai dengan ketentuan dan nilai-nilai organisasi.


Film layar lebar tersebut mengangkat berbagai nilai utama kepramukaan seperti kepemimpinan, kemandirian, gotong royong, cinta alam, hingga semangat pengabdian kepada masyarakat.


Karena itu, Kak Irwan mengajak seluruh jajaran Gerakan Pramuka di Kota Pekanbaru, mulai dari Kwartir Ranting hingga Gugusdepan di sekolah-sekolah, untuk bersama-sama mendukung promosi dan pemutaran Film Pramuka.


"Setelah kegiatan ini, mari kita ajak orang tua, peserta didik, dan seluruh keluarga besar Pramuka untuk menonton Film Pramuka sebagai media edukasi yang menyenangkan bagi generasi muda," ajaknya.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pekanbaru, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Alamanda Production, para kepala sekolah, pembina Pramuka, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.


Sosialisasi dan pemutaran Film Pramuka turut dihadiri jajaran Pimpinan Kwarda Gerakan Pramuka Riau, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Pekanbaru, pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru, perwakilan PT Alamanda Mandiri Sejahtera, kepala bidang dan pejabat Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, para Ketua Kwartir Ranting, kepala SD dan SMP negeri maupun swasta, serta pembina Pramuka se-Kota Pekanbaru. Dengan dukungan berbagai pihak, Film Pramuka diharapkan menjadi media inspiratif yang mampu menanamkan nilai-nilai karakter kepada generasi muda Indonesia.


Penulis: Kak Rasid Ahmad












Kwarcab Kota Pekanbaru Lantik Pengurus Saka Wanabakti, Siap Cetak Generasi Pelestari Hutan

 

Wakil Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru Kak Zarman Chandra, S.STP., M.Si memasangkan tanda jabatan kepada Ketua Mabisaka Wanabakti Tingkat Cabang Kota Pekanbaru masa bakti 2025-2030 Kak Slamet Supriyadi, S.Pd., M.Sc

Kwardariaun.or.id, Pekanbaru – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru resmi melantik Majelis Pembimbing Saka (Mabisaka), Pimpinan Saka (Pimsaka) Wanabakti Tingkat Cabang Kota Pekanbaru masa bakti 2025-2030, Pamong dan Instruktur Saka Wanabakti masa bakti 2026-2029, serta Majelis Pembimbing dan Pimpinan Pangkalan Saka Wanabakti SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru masa bakti 2026-2028, Kamis (16/7/2026).


Pelantikan yang diwakili Wakil Ketua Kwarcab Kota Pekanbaru Bidang Abdimasgana dan Lingkungan Hidup, Kak Zarman Candra menyampaikan bahwa hal ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kelembagaan Saka Wanabakti sekaligus mempertegas perannya dalam membina generasi muda yang peduli terhadap pelestarian hutan.


Ketua Mabisaka Wanabakti Tingkat Cabang Kota Pekanbaru, Kak Slamet Supriyadi, mengatakan pelantikan ini menjadi awal pengabdian bagi seluruh pengurus baru. Setelah prosesi pelantikan, seluruh jajaran langsung mengikuti orientasi sebagai bekal menjalankan roda organisasi.


"Terima kasih kepada seluruh kakak-kakak yang telah membantu suksesnya pelantikan ini. Semoga orientasi yang dilaksanakan dapat diikuti dengan sungguh-sungguh sehingga seluruh pengurus mampu menjalankan amanah organisasi secara maksimal," ujarnya.


Dalam arahannya, Kak Zarman Candra menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan Saka Wanabakti hanya dapat terwujud melalui sinergi seluruh unsur organisasi, mulai dari Majelis Pembimbing, Pimpinan Saka, Pamong, hingga Instruktur.


Menurutnya, Majelis Pembimbing memiliki fungsi strategis dalam memberikan arahan, dukungan, serta memastikan keberlanjutan penyelenggaraan Saka melalui penyediaan anggaran, fasilitas, hingga sanggar bakti. Sementara Pimpinan Saka bertanggung jawab mengelola organisasi serta membangun dukungan dari berbagai pihak.


"Kita harus memperkuat kolaborasi, tidak hanya di internal Gerakan Pramuka, tetapi juga dengan instansi pemerintah, BUMN, BUMD, dunia usaha, dunia industri, dan seluruh mitra yang memiliki perhatian terhadap pelestarian hutan dan lingkungan," kata Kak Zarman.


Ia juga mengingatkan pentingnya tata kelola organisasi yang profesional, mulai dari administrasi, pendidikan dan pelatihan, penyusunan program kerja, hingga pengelolaan sarana dan prasarana.


Selain itu, Kak Zarman mendorong agar rekrutmen anggota Saka Wanabakti dibuka seluas-luasnya bagi Pramuka Penegak dan Pandega yang berasal dari SMA, SMK, MA maupun perguruan tinggi di Kota Pekanbaru.


"Keikutsertaan dalam Saka juga menjadi salah satu syarat menuju Pramuka Garuda. Karena itu mari kita hidupkan kembali Saka Wanabakti agar semakin diminati generasi muda," pesannya.


Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan Kementerian Kehutanan yang juga Sekretaris Umum Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Nasional, Kak Luckmi Purwandari, menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni organisasi, tetapi merupakan awal dari tanggung jawab besar dalam membangun generasi pelestari hutan Indonesia.


"Hari ini kita tidak hanya menyaksikan sebuah prosesi formal. Pelantikan ini menandai lahirnya komitmen baru, amanah baru, sekaligus tanggung jawab kolektif untuk memperkuat peran Saka Wanabakti sebagai garda terdepan pelestarian hutan Indonesia," ujarnya.


Menurut Kak Luckmi, orientasi yang dilaksanakan setelah pelantikan menjadi tahapan penting agar seluruh pengurus memiliki pemahaman yang sama mengenai arah kebijakan Gerakan Pramuka, tata kelola organisasi, serta peran strategis Saka Wanabakti dalam mendukung pembangunan kehutanan nasional.


Ia mengingatkan bahwa Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar, mulai dari perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, kebakaran hutan dan lahan, hingga meningkatnya tekanan terhadap sumber daya alam.


"Tantangan tersebut tidak mungkin hanya dijawab pemerintah. Dibutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda yang akan menjadi penerus pengelolaan hutan Indonesia," katanya.


Karena itu, Saka Wanabakti dinilai memiliki posisi yang sangat strategis sebagai wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, disiplin, kepedulian lingkungan, sekaligus pengabdian kepada masyarakat.


Kak Luckmi meminta kepengurusan baru segera menyusun program kerja yang terukur, realistis, dan berorientasi pada hasil nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia juga mendorong penguatan pendidikan dan pelatihan berbasis Krida Saka Wanabakti agar anggota memiliki keterampilan praktis di bidang kehutanan.


Selain itu, ia mengajak pengurus memperluas sinergi dengan Kwartir Gerakan Pramuka, Balai P2SDM Wilayah II Pekanbaru, SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru, UPT Kementerian Kehutanan, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, hingga memanfaatkan teknologi digital sebagai media pembelajaran dan pengembangan jejaring.


"Jadikan setiap kegiatan Saka Wanabakti sebagai ruang pembentukan karakter yang menanamkan integritas, disiplin, gotong royong, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap pelestarian hutan," tegasnya.


Ia juga memberikan apresiasi kepada SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru, Balai P2SDM Wilayah II Pekanbaru, Kwarcab Kota Pekanbaru, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi memperkuat kelembagaan Saka Wanabakti.


Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah penting dalam membangun model pembinaan generasi muda kehutanan yang mengintegrasikan pendidikan vokasi, Gerakan Pramuka, dan program pengembangan generasi pelestari hutan.


"Kami berharap praktik baik yang dimulai di Pekanbaru ini dapat menjadi contoh dan direplikasi di berbagai daerah di Indonesia," ujarnya.


Menutup arahannya, Kak Luckmi mengajak seluruh pengurus baru membangun organisasi yang solid, memperkuat kolaborasi, meningkatkan kapasitas anggota, serta menghadirkan Saka Wanabakti sebagai rumah pembinaan yang mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter, kompeten, mencintai hutan, dan siap berkontribusi bagi pembangunan kehutanan Indonesia.


"Selamat bertugas dan selamat mengabdi. Mari bersama-sama menjaga kelestarian hutan Indonesia demi anak cucu kita dan masa depan bangsa," pungkasnya.


Penulis : Kak Rasid Ahmad (Humas Kwarcab Kota Pekanbaru)


Sambutan Ketua Kwarcab Kota Pekanbaru diwakili Wakil Ketua bidang Abdimasgana LH Kak Zarman Chandra S.STP., M.Si

Sambutan Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan Kementerian Kehutanan selaku Sekretaris Umum Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Nasional Kak Luckmi Purwandari, ST., M.Sc


Sidparda Riau 2026 Resmi Dibuka, Rumuskan Arah Gerakan Pramuka Penegak dan Pandega

 

Sambutan Ketua Kwarda Riau yang diwakili Sekretaris Kwarda Kak Indra Irianto, SH pada Pembukaan Sidang Paripurna Daerah.

Kwardariau.or.id, Pekanbaru – Semangat membangun Gerakan Pramuka yang adaptif, inovatif, dan mampu menjawab tantangan zaman mewarnai pembukaan Sidang Paripurna Daerah (Sidparda) Dewan Kerja Daerah (DKD) Pramuka Penegak dan Pandega Riau Tahun 2026, Rabu (1/7/2026). Mengusung tema "Bertemu, Bersuara, Berdinamika (BERSUA)", forum permusyawaratan tertinggi bagi Pramuka Penegak dan Pandega tingkat daerah ini menjadi titik awal lahirnya berbagai gagasan strategis untuk arah pengembangan Gerakan Pramuka di Provinsi Riau.


Kegiatan yang berlangsung di Aula Bengkalis, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Riau itu dibuka secara resmi oleh Sekretaris Kwartir Daerah (Kwarda) Riau, Kak Indra Irianto, SH, mewakili Ketua Kwarda Riau.


Sidparda bukan sekadar agenda rutin tahunan. Forum ini menjadi wadah bagi Dewan Kerja untuk mengevaluasi pelaksanaan program selama satu tahun terakhir, menyampaikan aspirasi dari Dewan Kerja Cabang (DKC), sekaligus merumuskan rekomendasi yang akan menjadi bahan pembahasan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kwarda Riau.


Dalam sambutannya, Kak Indra menegaskan bahwa Sidang Paripurna merupakan ruang strategis bagi generasi muda Pramuka untuk belajar bermusyawarah, menyusun kebijakan, serta berkontribusi dalam menentukan arah organisasi.


Ia mengingatkan bahwa seluruh rekomendasi yang lahir dari Sidparda akan menjadi perhatian Kwarda Riau. Namun demikian, tidak seluruh usulan dapat langsung diwujudkan menjadi program kerja karena harus melalui proses kajian serta penyesuaian terhadap kondisi organisasi, khususnya dari sisi kemampuan anggaran.


"Perlu kami sampaikan bahwa hasil-hasil Sidang Paripurna yang nantinya menjadi bagian dari hasil Rapat Kerja Daerah tentu tidak semuanya dapat diakomodasi menjadi program kerja. Masih diperlukan kajian dan penyempurnaan, terutama menyesuaikan dengan kondisi saat ini, salah satunya keterbatasan anggaran," ujar Kak Indra.


Meski menghadapi keterbatasan, ia justru melihat kondisi tersebut sebagai peluang bagi Dewan Kerja untuk melahirkan inovasi. Menurutnya, semangat, kreativitas, dan kemampuan anak muda merupakan modal utama dalam menghadirkan program-program yang berdampak tanpa harus bergantung sepenuhnya pada besarnya anggaran.


Optimisme itu semakin menguat mengingat Kwarda Riau dipercaya menjadi tuan rumah Perkemahan Wirakarya Nasional Wilayah Sumatera, sekaligus tengah mempersiapkan keikutsertaan dalam Raimuna Nasional serta berbagai agenda nasional lainnya.


*"Kami yakin dengan ide-ide kreatif dan semangat anak-anak muda di Dewan Kerja, berbagai keterbatasan ini justru menjadi cambuk untuk terus berkarya dan menyukseskan program-program Pramuka Penegak dan Pandega," katanya sebelum secara resmi membuka Sidang Paripurna Daerah.


Sementara itu, Ketua Sangga Kerja Sidparda, Kak Sigit Mulyono, menjelaskan bahwa kegiatan yang berlangsung pada 1–2 Juli 2026 tersebut diikuti 24 peserta yang merupakan utusan dari 12 Dewan Kerja Cabang (DKC) se-Riau, dengan masing-masing cabang mengirimkan dua delegasi dan Anggota DKD Riau 


Menurutnya, Sidang Paripurna memiliki posisi yang sangat strategis dalam kehidupan organisasi Dewan Kerja karena menjadi forum untuk mengevaluasi pelaksanaan program, menetapkan arah kebijakan organisasi, serta menyusun rekomendasi bagi kepengurusan berikutnya.


"Sidang Paripurna bukan hanya menjadi forum pengambilan keputusan secara demokratis, tetapi juga menjadi wadah memperkuat koordinasi, komunikasi, dan konsolidasi antarpengurus demi mewujudkan organisasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan bersama," jelasnya.


Ia menambahkan, dinamika organisasi yang terus berkembang menuntut Dewan Kerja mampu menghimpun berbagai aspirasi serta gagasan dari seluruh peserta melalui semangat musyawarah untuk mufakat.


Karena itu, Sidparda diharapkan tidak hanya menghasilkan keputusan administratif, tetapi juga melahirkan rekomendasi yang visioner, relevan dengan perkembangan zaman, serta mampu menjawab tantangan Gerakan Pramuka di masa depan.


Lebih dari sekadar forum persidangan, Sidparda juga menjadi ruang mempererat persaudaraan antarpengurus Dewan Kerja se-Riau. Nilai-nilai kebersamaan, transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, dan semangat gotong royong diharapkan menjadi fondasi dalam setiap proses pengambilan keputusan.


"Kami berharap Sidang Paripurna Daerah Riau Tahun 2026 mampu menghasilkan keputusan yang berkualitas, memperkuat tata kelola organisasi, serta melahirkan rekomendasi yang konstruktif demi meningkatkan efektivitas program kerja pada masa mendatang. Dengan semangat persatuan, sinergi, dan musyawarah, Sidparda ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan organisasi yang semakin maju, responsif, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta pembangunan di Provinsi Riau," tutup Kak Sigit.


Pembukaan Sidparda turut dihadiri Wakil Ketua Bidang Saka, Sako, dan Gugus Darma Kwarda Riau Kak Deny Rendra, S.IP., M.Si., Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Hukum Kak Dr. Hendro Ekwarso, M.Si., pendamping dan penasihat Sidparda Kak Nur Iskandar dan Kak Delni Yurdaningsih, Ketua DKD Riau Kak Sapri, SP, Wakil Ketua DKD Riau Kak Ayu Lestari Abrar,  serta seluruh jajaran pengurus Dewan Kerja Daerah Riau.


Dengan mengusung semangat BERSUA, Sidparda DKD Riau 2026 diharapkan menjadi titik lahirnya ide-ide segar dan kebijakan progresif yang mampu membawa Gerakan Pramuka Penegak dan Pandega Riau semakin adaptif, solid, dan berkontribusi nyata dalam membentuk generasi muda yang siap mengabdi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.


Penulis: Kak Rasid Ahmad















Kwarda Riau Matangkan Persiapan Rakerda 2026, Kesiapan Capai 95 Persen

 




Kwardariau.or.id, Pekanbaru – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Riau mematangkan seluruh persiapan menjelang pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026. Panitia memastikan kesiapan penyelenggaraan telah mencapai 95 persen dan tinggal menunggu hari pelaksanaan.


Kesiapan tersebut dibahas dalam rapat persiapan yang digelar di Ruang Pimpinan Kwarda Riau, Selasa (30/6/2026), sebagai langkah akhir memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.


Ketua Panitia Rakerda, Kak Hendro Ekwarso, mengatakan berbagai kebutuhan teknis, mulai dari lokasi kegiatan, akomodasi peserta hingga perangkat pendukung lainnya, telah dipersiapkan dengan baik.


"Persiapan Rakerda yang menyangkut kesiapan fisik di lapangan seperti tempat acara, akomodasi maupun lainnya, insyaallah sudah 95 persen dan tinggal menunggu hari H pelaksanaannya saja," ujar Kak Hendro.


Rakerda Kwarda Riau dijadwalkan berlangsung pada 1–3 Juli 2026 di kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Riau. Kegiatan tersebut direncanakan dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Riau.


Menurut Kak Hendro, pelaksanaan Rakerda tahun ini dikemas dalam tiga agenda utama yang menjadi forum strategis bagi Gerakan Pramuka di Provinsi Riau.


Agenda pertama adalah Sidang Paripurna Dewan Kerja Daerah (DKD) yang akan diikuti 17 anggota DKD, Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Cabang (DKC) se-Riau, serta didampingi masing-masing dua orang pembina dari unsur Andalan Kwarda Riau Bidang Bina Muda.


Agenda kedua berupa Rapat Paripurna Andalan Kwarda Riau yang melibatkan seluruh badan kelengkapan dan organisasi pendukung Kwarda dengan jumlah peserta sekitar 115 orang.


Sementara agenda ketiga adalah Rapat Kerja Daerah Riau bersama Kwartir Cabang (Kwarcab) se-Riau, yang diikuti unsur pimpinan Kwarda, Ketua dan Sekretaris Kwarcab, serta Ketua DKC dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau.


Selain mengevaluasi pelaksanaan program kerja, forum tersebut juga akan membahas sejumlah agenda penting yang menjadi fokus Gerakan Pramuka Riau sepanjang tahun 2026.


Salah satu pembahasan utama adalah kesiapan kontingen Kwarda Riau menghadapi Jambore Nasional Pramuka Penggalang 2026 yang akan digelar pada 13–20 Agustus 2026 di Cibubur, Jakarta.


Rakerda juga akan mengevaluasi perkembangan pendataan anggota Gerakan Pramuka melalui sistem yang dikembangkan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kwartir Nasional, sekaligus membahas pelaksanaan program kerja yang sedang berjalan.


Tak hanya itu, peserta Rakerda akan menyusun rancangan program kerja tahun 2027 sebagai arah kebijakan organisasi ke depan.


"Rakerda juga akan mendengarkan pengarahan dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau sebagai mitra strategis Gerakan Pramuka dalam pembinaan generasi muda," jelas Kak Hendro yang juga menjabat Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Hukum Kwarda Riau.


Melalui Rakerda ini, Kwarda Riau berharap seluruh jajaran kwartir di tingkat daerah maupun cabang memiliki langkah yang selaras dalam menjalankan program pembinaan kepramukaan, sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi agenda-agenda nasional pada tahun 2026 dan menyusun arah pengembangan organisasi pada tahun berikutnya.



Penulis: Kak Rasid Ahmad




Sempena Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru, Kwarcab Gerakan Pramuka laksanakan bakti masyarakat

 

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru diwakili Sekretaris Kak Irwan Yuliadi bersama Lurah Mentangor Kak Bismilhayati, Ketua Kwarran Kulim Kak Walidil Azizah dan Ketua RW 18 Bapak Samuin Sinaga melaksanakan penanaman bibit buah-buahan di komplek perumahan mutiara Tenayan Raya pada Minggu, 28/6/2026.

Kwardariau.or.id, Pekanbaru - Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru melalui bidang pengabdian masyarakat, penanggulangan bencana dan lingkungan hidup (Abdimasgana LH) melaksanakan bakti masyarakat di Perumahan Mutiara Tenayan Raya RW 18/RT 002 Kelurahan Mentangor Kecamatan Kulim, Minggu, 28/6/2026.


Ketua Kwarcab Kota Pekanbaru diwakili Sekretaris Kak Irwan Yuliadi S.IP.,M.M menyampaikan kegiatan bakti masyarakat ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru dan dilaksanakan dalam bentuk kegiatan penghijauan dan gotong royong bersama masyarakat.


"sebagai wujud pengamalan dasadarma yang kedua yakni cinta alam dan kasih sayang sesama manusia dan dalam rangka hari jadi ke-242 Kota Pekanbaru, Kwarcab melaksanakan kegiatan penghijauan dan gotong royong di perumahan mutiara tenayan raya" kata Kak Irwan.


"bersama anggota Gerakan Pramuka dan warga kita menanam bibit buah-buahan agar kelak dapat dirasakan manfaatnya. Bibit yang ditanam sebanyak 242 terdiri dari mangga, lengkeng, matoa, rambutan, dan jambu air" tambahnya.


"Kwarcab mengucapkan terima kasih atas dukungan berbagai pihak dalam pelaksanaan kegiatan ini yakni PTPN IV Regional III, Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Pekanbaru, Pemerintah Kecamatan Kulim, Kelurahan Mentangor dan Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Kulim" ujarnya.


"semoga apa yang sudah kita laksanakan diberikan keberkahan dan memberikan manfaat bagi warga, alam dan lingkungan sekitar" harapnya.


Sementara itu Lurah Mentangor Kak Bismilhayati yang hadir langsung mengikuti kegiatan ini menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kwarcab atas pelaksanaan bakti masyarakat di Perumahan Mutiara Tenayan Raya.


Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Mesjid Al Bachtiar Komplek Perumahan Mutiara Tenayan Raya Abah Ase Sahudin.


"dengan penanaman tanaman penghijauan dan sekaligus peningkatan makanan yang bervitamin, Insya Allah nanti akan berbuah dan bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih atas partisipasi dari Pramuka Kwarcab Kota Pekanbaru dalam rangka hari ulang tahun Kota Pekanbaru ke-242 tahun" ucapnya.


Hadir pada kegiatan ini Pimpinan Kwarcab yakni Waka Abdimasgana LH Kak Zarman Chandra, Waka Organikum Kak Ismed Ainuni, Wakabinawasa Kak Delimarnis, Wakabinamuda Kak Novandri Candra. Selain itu hadir Andalan Cabang, Satgas Pramuka Peduli, DKC Kota Pekanbaru, Ketua Kwarran Kulim Kak Walidil Azizah beserta Pengurus, Ketua RW 18 Bapak Samuin Sinaga, Ketua RT 002 Bapak Mulyono.


Penulis : Kak Rasid Ahmad (Humas Kwarcab Kota Pekanbaru)