BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

header-ad

Berita Utama

Berita Utama

Berita Pilihan

Berita Pilihan

Kegiatan Binawasa

Binawasa/block-2/#e89319

Kegiatan Binamuda

Bina Muda/block-2/#0099cc

Berita Foto

Berita Foto/block-3/#72347d

Dewan Kerja Daerah

Dewan Kerja/block-1/#2adca1

Satuan Karya Pramuka

Satuan Karya/block-7/#00bfff

In Memorian

In Memorian/block-8/#E74C3C

Humas & Informatika

Humas & Informatika/block-9/#2874A6

BERITA KWARTIR CABANG

Kwartir Cabang/block-4/#F4D03F

Surat Edaran

Surat Edaran/block-6/#E74C3C

Unduhan

Unduhan/block-6/#E74C3C

Kegiatan Gugusdepan

Kegiatan Gudep/block-5/#5499C7

Opini

Opini/block-7/#E74C3C

Fokus Lomba Tingkat Pramuka

Lomba Tingkat

Latest Articles

Kabut Asap Belum Berlalu, Kwarcab Pekanbaru Bergerak Bagikan Ribuan Masker

 


Pekanbaru - Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat ditunjukkan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru dengan membagikan masker kepada pengendara sepeda motor dan mobil yang terdampak kabut asap, Rabu (16/9/2026).


Pembagian masker dilakukan di sekitar lampu merah Jalan Riau dan Jalan Yos Sudarso, Pekanbaru. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian Pramuka kepada masyarakat sekaligus upaya mengingatkan warga agar tetap menjaga kesehatan saat beraktivitas di luar ruangan.


Aksi sosial tersebut dilaksanakan Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru bersama Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Puskesmas Senapelan, Puskesmas Garuda, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru, serta Pemerintah Kecamatan Senapelan, kelurahan dan Kwarran Senapelan.


Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru, Kak Hj. Sulastri A., S.Sos., MH., mengatakan sebanyak 4.000 masker dibagikan kepada masyarakat dalam kegiatan tersebut.


“Kami dari Kwarcab Kota Pekanbaru, Kwarran Senapelan juga ada Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Pekanbaru ini kita sudah memberikan 4 ribu tadi dan ini dibagikan langsung kepada masyarakat yang ada di jalan-jalan supaya masyarakat tetap menjaga kesehatannya ketika di luar ruangan,” kata Kak Sulastri.


Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi penting dalam menghadapi kondisi kabut asap yang berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, khususnya para pengendara dan pekerja yang banyak menghabiskan waktu di luar ruangan.


Kak Sulastri juga mengimbau masyarakat agar memperhatikan kondisi fisik selama kabut asap masih menyelimuti Pekanbaru. Warga diminta memperbanyak minum air putih, cukup beristirahat dan tetap menjaga kebugaran tubuh.


“Di tengah kabut asap ini tetap menjaga kesehatan, minum air putih yang banyak, istirahat yang cepat artinya kita tetap jaga fisik, tetap smile atau senyum,” ujarnya.


Ia berharap kabut asap segera berlalu dan hujan turun di Pekanbaru serta wilayah Riau secara umum.


“Semoga kabut asap ini segera berlalu dan semoga Kota Pekanbaru khususnya Provinsi Riau pada umumnya kita doakan hujan. Semoga hujannya berkah,” pungkasnya.


Pembagian masker ini sekaligus menegaskan bahwa gerakan Pramuka tidak hanya hadir dalam kegiatan pendidikan dan pembinaan generasi muda, tetapi juga mengambil peran langsung dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan lingkungan dan kesehatan.


Pewarta: Kak Rasid Ahmad





























Agung Nugroho: Trisatya dan Dasa Darma Harus Dibuktikan, Bukan Sekadar Dihafal

 



Pekanbaru - Ribuan anggota Pramuka memadati Gelanggang Remaja, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Sabtu (12/9/2026). Di tengah barisan seragam cokelat dan setangan leher merah putih, peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Cabang Kota Pekanbaru tidak sekadar menjadi panggung seremoni.


Pesan yang mengemuka justru lebih jauh yakni Pramuka harus mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi generasi muda dan masyarakat. Dari ancaman hoaks, perundungan, judi online, persoalan sampah, ketahanan pangan, hingga kebutuhan pertolongan darurat, Gerakan Pramuka dituntut tidak berhenti pada hafalan Trisatya dan Dasa Darma.


Walikota Pekanbaru selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru, Kak H Agung Nugroho, SE.,MM menegaskan bahwa nilai-nilai kepramukaan harus dibuktikan melalui tindakan sehari-hari.


“Trisatya dan Dasa Darma itu bukan cuma untuk dihafal, tapi ditunjukkan lewat tindakan sehari-hari,” ujar Kak Agung di hadapan ribuan anggota Pramuka.


Menurut dia, Pramuka memiliki posisi penting dalam membentuk generasi muda yang tangguh, kreatif, berintegritas, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.


Namun, tantangan generasi muda hari ini tidak lagi sederhana. Pendidikan karakter tidak cukup hanya berhadapan dengan persoalan kedisiplinan dan kemandirian. Anak-anak dan remaja juga menghadapi derasnya arus informasi, penyebaran berita bohong, perundungan, serta ancaman judi online.


“Di tengah tantangan zaman seperti hoaks, perundungan, hingga judi online, Pramuka harus jadi ruang tumbuh yang modern, kreatif, tapi tetap beradab dan terpercaya,” kata Kak Agung.


Tidak Cukup Menjadi Penonton


Kak Agung mendorong anggota Pramuka mulai bergerak dari lingkungan terdekat. Kepedulian, menurut dia, tidak harus menunggu kegiatan besar atau agenda resmi organisasi.


Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan lahan di sekolah maupun rumah untuk menanam sayuran menggunakan polybag. Selain membuat lingkungan lebih hijau, kegiatan itu dinilai dapat menumbuhkan kesadaran tentang ketahanan pangan dan kepedulian terhadap lingkungan.


“Kita dorong kawan-kawan Pramuka untuk langsung bergerak di sekolah dan lingkungan rumah: manfaatkan lahan dengan menanam polybag sayuran dan jaga kebersihan saluran air sekitar kita,” ujarnya.


Ia juga meminta anggota Pramuka menjadi pelopor dalam mengelola sampah, tidak membuang sampah ke drainase, serta menanam dan merawat pohon hingga tumbuh.


Bagi Kak Agung, kepedulian lingkungan tidak boleh berhenti pada kegiatan simbolis. Ia harus menjadi kebiasaan yang terus dijalankan dan ditularkan kepada masyarakat.


“Pramuka bukan sekadar seragam dan kacu merah putih, tapi tentang keteladanan dan aksi nyata di tengah masyarakat,” katanya.


Pramuka juga didorong hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. Salah satunya dengan ikut mengenalkan layanan darurat 112 Pekanbaru agar semakin banyak warga mengetahui akses pertolongan ketika menghadapi keadaan darurat.


“Pramuka juga harus hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan serta ikut mengenalkan layanan 112 Pekanbaru,” ujar Agung.


Jalur Hijau Beasiswa bagi Pramuka Berprestasi


Dalam kesempatan tersebut, Kak Agung menjanjikan jalur hijau beasiswa bagi anggota Pramuka berprestasi. Anggota Pramuka yang memiliki sertifikat prestasi yang diterbitkan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru akan mendapat kemudahan untuk memperoleh beasiswa melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.


“Atas nama Pemko Pekanbaru, kami akan memberikan apresiasi dan jalur hijau untuk adik-adik Pramuka yang berprestasi, yang sertifikatnya dikeluarkan oleh Kwartir Cabang Kota Pekanbaru,” kata Kak Agung.


Ia menyebut kebijakan tersebut sebagai bentuk penghargaan atas prestasi dan dedikasi generasi muda dalam kegiatan kepramukaan. Penghargaan itu diharapkan menjadi dorongan agar anggota Pramuka terus aktif, berprestasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


Selain menyampaikan dukungan terhadap anggota Pramuka berprestasi, Kak Agung juga mengapresiasi kontingen Pekanbaru yang mengikuti Jambore Nasional ke-12.


Ia mengaku ikut merasakan kekhawatiran ketika para peserta berada jauh dari keluarga. Karena itu, Kak Agung memutuskan datang langsung ke lokasi Jambore dan meminta laporan perkembangan peserta secara berkala.


“Saya memutuskan untuk hadir langsung ke lokasi Jambore dan meminta laporan dua kali 24 jam untuk melihat perkembangan adik-adik sekalian. Saya ingin memastikan sendiri kesehatan, keamanan, serta kebutuhan adik-adik kita,” ungkapnya.


Menurut Kak Agung, keikutsertaan dalam Jambore Nasional bukan sekadar pengalaman mengikuti kegiatan berskala nasional. Para peserta dinilai telah menunjukkan disiplin, adab, persaudaraan, serta kemampuan membawa nama baik Kota Pekanbaru.


Kak Sulastri dan Konsolidasi Gerakan Pramuka


Agung juga memberikan apresiasi kepada Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru, Kak Hj Sulastri A S.Sos., MH.


Ia menilai, di bawah kepemimpinan Kak Sulastri, Gerakan Pramuka Pekanbaru menunjukkan perkembangan yang membanggakan dan semakin dikenal di luar daerah.


“Kita perlu akui bahwa Kakak Sulastri berhasil dalam memimpin Kwartir Cabang Pramuka Kota Pekanbaru. Hari ini, Pramuka Kota Pekanbaru tidak hanya dikenal prestasinya di Kota Pekanbaru maupun Provinsi Riau, tetapi sudah dikenal di tingkat nasional,” ucap Kak Agung.


Kak Agung menyebut peringatan Hari Pramuka ke-65 tersebut sebagai salah satu kegiatan Pramuka terbesar yang pernah digelar di Kota Pekanbaru.


“Ini merupakan sejarah. Belum pernah ada acara Pramuka di Kota Pekanbaru yang sebesar ini dan semegah ini,” tuturnya.


Namun, ia mengingatkan bahwa besarnya kegiatan tidak boleh menjadi tujuan akhir. Prestasi dan kemeriahan acara harus berjalan beriringan dengan pembentukan sumber daya manusia yang berkarakter, terampil, mandiri, disiplin, serta peduli terhadap lingkungan dan masyarakat.


Sebanyak 56 orang menerima penghargaan dalam berbagai kategori. Penghargaan tersebut terdiri atas empat Lencana Melati, tiga Lencana Tiga Darma Bakti, lima Lencana Karya Bakti, dua Lencana Teladan, 38 Lencana Pancawarsa, serta empat Pramuka Garuda.


Penghargaan juga diberikan kepada 18 organisasi perangkat daerah yang dinilai memberikan dukungan terhadap Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru.


“Penghargaan bukan sekadar tanda yang disematkan pada seragam. Penghargaan merupakan amanah agar semakin setia kepada Trisatya, semakin teguh menjalankan Dasa Darma, dan semakin luas memberikan manfaat kepada masyarakat,” kata Kak Agung.


Sekitar 3.500 Anggota Hadir


Wakil Walikota Pekanbaru selaku Wakil Ketua Mabicab, Kak H Markarius Anwar ST MArch mengapresiasi antusiasme anggota Pramuka yang hadir dalam apel tersebut.


Ia menyebut sekitar 3.500 anggota Pramuka mengikuti rangkaian kegiatan di Gelanggang Remaja. Jumlah tersebut, menurut dia, menunjukkan besarnya potensi generasi muda dalam Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru.


“Luar biasa dan apresiasi kepada seluruh anak-anak Pramuka yang hadir sekitar 3.500 anggota Pramuka dalam rangka Apel Hari Pramuka ke-65 tahun,” ujar Kak Markarius.


Ia juga mengapresiasi penampilan peserta dalam Peraturan Baris-Berbaris, ubade, dan panduan suara yang dinilai menunjukkan kekompakan, kedisiplinan, serta semangat kebersamaan.


Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru, Kak Hj Sulastri A S.Sos., MH, mengatakan peringatan Hari Pramuka bukan sekadar agenda tahunan.


“Hari ini kita berkumpul bukan sekadar untuk memperingati Hari Pramuka, hari ini kita merayakan semangat, perjuangan, persaudaraan, dan masa depan bangsa,” katanya.


Kak Sulastri menegaskan, Pramuka tidak hanya berkaitan dengan seragam, upacara, atau perkemahan. Lebih dari itu, Pramuka merupakan ruang pembentukan karakter, keberanian, kepedulian, dan pengabdian.


“Pramuka bukan hanya tentang seragam, Pramuka bukan hanya tentang upacara, Pramuka bukan hanya tentang berkemah. Pramuka adalah tentang karakter, Pramuka adalah tentang keberanian, Pramuka adalah tentang kepedulian, dan Pramuka adalah tentang pengabdian,” ujarnya.


Membenahi Saka hingga Sako


Kak Sulastri mengatakan, kepengurusan Kwarcab Pekanbaru yang dilantik pada 6 Desember 2025 terus melakukan pembenahan organisasi. Meski belum genap setahun menjalankan amanah, Kwarcab Pekanbaru berupaya mempertahankan prestasi sebagai Kwarcab Tergiat I di Provinsi Riau sekaligus memperkuat pembinaan generasi muda.


Salah satu fokus pembenahan adalah Satuan Karya Pramuka atau Saka. Menurut Kak Sulastri, sebelumnya hanya sejumlah Saka yang aktif melakukan pembinaan. Karena itu, Kwarcab melakukan rapat koordinasi untuk menghidupkan dan memperkuat pembinaan Saka.


“Kami melakukan rapat koordinasi, mulai dari yang belum ada Saka hingga sampai dilantik dan hari ini semua Saka hadir untuk bersama-sama berkomitmen membina generasi muda melalui Gerakan Pramuka,” ungkapnya.


Pada tahun ini, Kwarcab Pekanbaru juga melantik Satuan Komunitas Pramuka Sekolah Islam Terpadu untuk pertama kalinya di Kota Pekanbaru.


Di bidang pengabdian, Kwarcab Pekanbaru menjalankan berbagai kegiatan penghijauan, bakti masyarakat, kepedulian terhadap panti asuhan, pembagian masker, bumbung kemanusiaan, hingga keterlibatan dalam penanganan bencana longsor di Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara.


Pembenahan juga dilakukan pada sarana dan prasarana. Pada Mei 2026, Pemerintah Kota Pekanbaru meresmikan Bumi Perkemahan Tunas Kencana di kawasan Danau Bandar Khayangan sebagai pusat kegiatan kepramukaan dan perkemahan di Kota Pekanbaru.


Dukungan anggaran untuk kegiatan kwartir ranting juga ditingkatkan melalui pemerintah kecamatan. Tahun ini, anggaran tersebut disebut mencapai Rp100 juta, meningkat dari sebelumnya sekitar Rp50 juta hingga Rp60 juta.


“Kita membutuhkan generasi yang ketika diberi tanggung jawab, mampu menjalankannya. Ketika menghadapi kesulitan, tidak mudah menyerah. Ketika melihat orang lain membutuhkan pertolongan, mau turun tangan,” kata Kak Sulastri.


Ia mengingatkan anggota Pramuka agar tidak sekadar menjadi penonton masa depan. “Jangan takut bermimpi besar, jangan takut mencoba, jangan takut gagal. Bangkit ketika jatuh, belajar ketika salah dan terus melangkah ketika menghadapi tantangan,” tegasnya.


Menurut Kak Sulastri, masa depan Indonesia tidak cukup diserahkan kepada mereka yang pandai berbicara. Masa depan membutuhkan generasi yang mampu bekerja, bertanggung jawab, dan memberi teladan.


“Jangan hanya menjadi penonton masa depan. Jadilah generasi yang menentukan masa depan,” ujarnya.


Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Pekanbaru pun ditutup dengan pesan yang jelas bahwa ukuran keberhasilan Gerakan Pramuka bukan semata-mata banyaknya kegiatan, megahnya upacara, atau banyaknya penghargaan.


Ukuran yang lebih penting adalah seberapa jauh nilai-nilai kepramukaan hadir dalam kehidupan sehari-hari—ketika lingkungan membutuhkan kepedulian, ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, dan ketika bangsa membutuhkan generasi yang berani mengambil tanggung jawab.


Jayalah Pramuka, jayalah Indonesia.


Penulis: Kak Rasid Ahmad





















Kabut Asap Tak Padamkan Semangat Pramuka Kampar, Hari Pramuka ke-65 Digelar Khidmat di Dalam Ruangan

 


Kwardariau.or.id, Bangkinang - Keterbatasan akibat menurunnya kualitas udara dan ancaman kabut asap Karhutla tidak menyurutkan semangat Gerakan Pramuka di Kabupaten Kampar. Peringatan Hari Pramuka ke-65 tetap berlangsung khidmat dan penuh semangat, meski kali ini harus digelar berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.


Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kampar melaksanakan Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Aula Kantor Bupati Kampar, Kamis (3/9/2026). Jika biasanya upacara dilaksanakan di lapangan terbuka, kondisi kualitas udara membuat panitia mengambil langkah adaptif dengan memindahkan seluruh rangkaian kegiatan ke ruang tertutup.


Ketua Kwarcab Kampar, Kak Aliman Makmur, mengatakan perubahan lokasi tersebut merupakan bentuk kepatuhan terhadap Surat Edaran Plt. Gubernur Riau Nomor 100.3.4/17/SETDA/2026 tentang penyesuaian kegiatan pembelajaran akibat penurunan kualitas udara dan ancaman kabut asap Karhutla di wilayah Riau.


“Kami mengalihkan rangkaian kegiatan ke ruang tertutup untuk menjaga kesehatan anggota Gerakan Pramuka sesuai arahan edaran gubernur terkait kondisi udara saat ini,” ujar Kak Aliman.


Keputusan tersebut mendapat dukungan dari Kwartir Daerah (Kwarda) Riau. Ketua Kwarda Riau yang diwakili Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Dewasa (Binawasa), Kak Anshari Kadir, mengapresiasi langkah Kwarcab Kampar yang tetap menjalankan peringatan Hari Pramuka dengan memperhatikan keselamatan dan kesehatan peserta.


“Alhamdulillah, acara tetap berjalan lancar, penuh khidmat, dan tidak mengurangi semangat para peserta,” kata Kak Anshari.


Dalam upacara tersebut, bertindak sebagai Pembina Upacara yakni Kak Dwianto Prihartono, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangkinang sekaligus unsur Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab). Ia hadir mewakili Bupati Kampar, Kak Ahmad Yuzar, selaku Kamabicab.


Bupati Kampar berhalangan hadir karena pada waktu yang bersamaan menghadiri agenda peluncuran program PKMK sekaligus peresmian Puskesmas Kuntu di Kecamatan Kampar Kiri. Turut hadir mendampingi di lokasi, Asisten II Setda Kampar, Kak Muhammad.


Suasana peringatan semakin istimewa ketika acara memasuki agenda penganugerahan penghargaan bagi anggota Gerakan Pramuka Kampar. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap dedikasi para pembina sekaligus penghormatan atas pencapaian peserta didik Pramuka.


Sejumlah penghargaan diberikan kepada golongan orang dewasa serta Pramuka Garuda, sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian, pembinaan, dan pencapaian tertinggi yang berhasil diraih anggota Gerakan Pramuka.


Selain itu, turut dilakukan penyerahan Tanda Ikut Serta Kegiatan (Tiska) dan piagam penghargaan kepada kontingen Cabang Kampar yang mengikuti Jambore Nasional.


Penghargaan juga diberikan berupa Tanda Ikut Gotong Royong (Tigor) dan piagam kepada peserta Perkemahan Antar Satuan Karya (Peran Saka) Nasional yang diselenggarakan di Gorontalo.


Rangkaian penghargaan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam peringatan Hari Pramuka ke-65 di Kampar. Di tengah kondisi daerah yang sedang menghadapi persoalan kualitas udara, semangat berprestasi, mengabdi, dan berkarya tetap mendapatkan tempat.


Pelaksanaan Hari Pramuka ke-65 ini sekaligus menunjukkan bahwa Gerakan Pramuka Kampar mampu beradaptasi dengan situasi tanpa kehilangan esensi kegiatan. Pilihan untuk memindahkan upacara ke dalam ruangan menjadi bukti bahwa keselamatan dan kesehatan anggota tetap menjadi prioritas, sementara semangat kepramukaan terus dijaga.


Kabut asap boleh membatasi ruang gerak, tetapi tidak memadamkan semangat. Dari Aula Kantor Bupati Kampar, nilai kedisiplinan, kebersamaan, pengabdian, dan gotong royong justru kembali ditegaskan sebagai bagian penting dari jati diri Gerakan Pramuka.


Penulis: Kak Anshari Kadir

Editor: Kak Rasid Ahmad