BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

header-ad

Berita Utama

Berita Utama

Berita Pilihan

Berita Pilihan

Kegiatan Binawasa

Binawasa/block-2/#e89319

Kegiatan Binamuda

Bina Muda/block-2/#0099cc

Berita Foto

Berita Foto/block-3/#72347d

Dewan Kerja Daerah

Dewan Kerja/block-1/#2adca1

Satuan Karya Pramuka

Satuan Karya/block-7/#00bfff

In Memorian

In Memorian/block-8/#E74C3C

Humas & Informatika

Humas & Informatika/block-9/#2874A6

BERITA KWARTIR CABANG

Kwartir Cabang/block-4/#F4D03F

Surat Edaran

Surat Edaran/block-6/#E74C3C

Unduhan

Unduhan/block-6/#E74C3C

Kegiatan Gugusdepan

Kegiatan Gudep/block-5/#5499C7

Opini

Opini/block-7/#E74C3C

Fokus Lomba Tingkat Pramuka

Lomba Tingkat

Latest Articles

Kwarcab Kota Pekanbaru Lantik Pengurus Saka Wanabakti, Siap Cetak Generasi Pelestari Hutan

 

Wakil Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru Kak Zarman Chandra, S.STP., M.Si memasangkan tanda jabatan kepada Ketua Mabisaka Wanabakti Tingkat Cabang Kota Pekanbaru masa bakti 2025-2030 Kak Slamet Supriyadi, S.Pd., M.Sc

Kwardariaun.or.id, Pekanbaru – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru resmi melantik Majelis Pembimbing Saka (Mabisaka), Pimpinan Saka (Pimsaka) Wanabakti Tingkat Cabang Kota Pekanbaru masa bakti 2025-2030, Pamong dan Instruktur Saka Wanabakti masa bakti 2026-2029, serta Majelis Pembimbing dan Pimpinan Pangkalan Saka Wanabakti SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru masa bakti 2026-2028, Kamis (16/7/2026).


Pelantikan yang diwakili Wakil Ketua Kwarcab Kota Pekanbaru Bidang Abdimasgana dan Lingkungan Hidup, Kak Zarman Candra menyampaikan bahwa hal ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kelembagaan Saka Wanabakti sekaligus mempertegas perannya dalam membina generasi muda yang peduli terhadap pelestarian hutan.


Ketua Mabisaka Wanabakti Tingkat Cabang Kota Pekanbaru, Kak Slamet Supriyadi, mengatakan pelantikan ini menjadi awal pengabdian bagi seluruh pengurus baru. Setelah prosesi pelantikan, seluruh jajaran langsung mengikuti orientasi sebagai bekal menjalankan roda organisasi.


"Terima kasih kepada seluruh kakak-kakak yang telah membantu suksesnya pelantikan ini. Semoga orientasi yang dilaksanakan dapat diikuti dengan sungguh-sungguh sehingga seluruh pengurus mampu menjalankan amanah organisasi secara maksimal," ujarnya.


Dalam arahannya, Kak Zarman Candra menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan Saka Wanabakti hanya dapat terwujud melalui sinergi seluruh unsur organisasi, mulai dari Majelis Pembimbing, Pimpinan Saka, Pamong, hingga Instruktur.


Menurutnya, Majelis Pembimbing memiliki fungsi strategis dalam memberikan arahan, dukungan, serta memastikan keberlanjutan penyelenggaraan Saka melalui penyediaan anggaran, fasilitas, hingga sanggar bakti. Sementara Pimpinan Saka bertanggung jawab mengelola organisasi serta membangun dukungan dari berbagai pihak.


"Kita harus memperkuat kolaborasi, tidak hanya di internal Gerakan Pramuka, tetapi juga dengan instansi pemerintah, BUMN, BUMD, dunia usaha, dunia industri, dan seluruh mitra yang memiliki perhatian terhadap pelestarian hutan dan lingkungan," kata Kak Zarman.


Ia juga mengingatkan pentingnya tata kelola organisasi yang profesional, mulai dari administrasi, pendidikan dan pelatihan, penyusunan program kerja, hingga pengelolaan sarana dan prasarana.


Selain itu, Kak Zarman mendorong agar rekrutmen anggota Saka Wanabakti dibuka seluas-luasnya bagi Pramuka Penegak dan Pandega yang berasal dari SMA, SMK, MA maupun perguruan tinggi di Kota Pekanbaru.


"Keikutsertaan dalam Saka juga menjadi salah satu syarat menuju Pramuka Garuda. Karena itu mari kita hidupkan kembali Saka Wanabakti agar semakin diminati generasi muda," pesannya.


Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan Kementerian Kehutanan yang juga Sekretaris Umum Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Nasional, Kak Luckmi Purwandari, menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni organisasi, tetapi merupakan awal dari tanggung jawab besar dalam membangun generasi pelestari hutan Indonesia.


"Hari ini kita tidak hanya menyaksikan sebuah prosesi formal. Pelantikan ini menandai lahirnya komitmen baru, amanah baru, sekaligus tanggung jawab kolektif untuk memperkuat peran Saka Wanabakti sebagai garda terdepan pelestarian hutan Indonesia," ujarnya.


Menurut Kak Luckmi, orientasi yang dilaksanakan setelah pelantikan menjadi tahapan penting agar seluruh pengurus memiliki pemahaman yang sama mengenai arah kebijakan Gerakan Pramuka, tata kelola organisasi, serta peran strategis Saka Wanabakti dalam mendukung pembangunan kehutanan nasional.


Ia mengingatkan bahwa Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar, mulai dari perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, kebakaran hutan dan lahan, hingga meningkatnya tekanan terhadap sumber daya alam.


"Tantangan tersebut tidak mungkin hanya dijawab pemerintah. Dibutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda yang akan menjadi penerus pengelolaan hutan Indonesia," katanya.


Karena itu, Saka Wanabakti dinilai memiliki posisi yang sangat strategis sebagai wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, disiplin, kepedulian lingkungan, sekaligus pengabdian kepada masyarakat.


Kak Luckmi meminta kepengurusan baru segera menyusun program kerja yang terukur, realistis, dan berorientasi pada hasil nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia juga mendorong penguatan pendidikan dan pelatihan berbasis Krida Saka Wanabakti agar anggota memiliki keterampilan praktis di bidang kehutanan.


Selain itu, ia mengajak pengurus memperluas sinergi dengan Kwartir Gerakan Pramuka, Balai P2SDM Wilayah II Pekanbaru, SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru, UPT Kementerian Kehutanan, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, hingga memanfaatkan teknologi digital sebagai media pembelajaran dan pengembangan jejaring.


"Jadikan setiap kegiatan Saka Wanabakti sebagai ruang pembentukan karakter yang menanamkan integritas, disiplin, gotong royong, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap pelestarian hutan," tegasnya.


Ia juga memberikan apresiasi kepada SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru, Balai P2SDM Wilayah II Pekanbaru, Kwarcab Kota Pekanbaru, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi memperkuat kelembagaan Saka Wanabakti.


Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah penting dalam membangun model pembinaan generasi muda kehutanan yang mengintegrasikan pendidikan vokasi, Gerakan Pramuka, dan program pengembangan generasi pelestari hutan.


"Kami berharap praktik baik yang dimulai di Pekanbaru ini dapat menjadi contoh dan direplikasi di berbagai daerah di Indonesia," ujarnya.


Menutup arahannya, Kak Luckmi mengajak seluruh pengurus baru membangun organisasi yang solid, memperkuat kolaborasi, meningkatkan kapasitas anggota, serta menghadirkan Saka Wanabakti sebagai rumah pembinaan yang mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter, kompeten, mencintai hutan, dan siap berkontribusi bagi pembangunan kehutanan Indonesia.


"Selamat bertugas dan selamat mengabdi. Mari bersama-sama menjaga kelestarian hutan Indonesia demi anak cucu kita dan masa depan bangsa," pungkasnya.


Penulis : Kak Rasid Ahmad (Humas Kwarcab Kota Pekanbaru)


Sambutan Ketua Kwarcab Kota Pekanbaru diwakili Wakil Ketua bidang Abdimasgana LH Kak Zarman Chandra S.STP., M.Si

Sambutan Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan Kementerian Kehutanan selaku Sekretaris Umum Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Nasional Kak Luckmi Purwandari, ST., M.Sc


Sidparda Riau 2026 Resmi Dibuka, Rumuskan Arah Gerakan Pramuka Penegak dan Pandega

 

Sambutan Ketua Kwarda Riau yang diwakili Sekretaris Kwarda Kak Indra Irianto, SH pada Pembukaan Sidang Paripurna Daerah.

Kwardariau.or.id, Pekanbaru – Semangat membangun Gerakan Pramuka yang adaptif, inovatif, dan mampu menjawab tantangan zaman mewarnai pembukaan Sidang Paripurna Daerah (Sidparda) Dewan Kerja Daerah (DKD) Pramuka Penegak dan Pandega Riau Tahun 2026, Rabu (1/7/2026). Mengusung tema "Bertemu, Bersuara, Berdinamika (BERSUA)", forum permusyawaratan tertinggi bagi Pramuka Penegak dan Pandega tingkat daerah ini menjadi titik awal lahirnya berbagai gagasan strategis untuk arah pengembangan Gerakan Pramuka di Provinsi Riau.


Kegiatan yang berlangsung di Aula Bengkalis, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Riau itu dibuka secara resmi oleh Sekretaris Kwartir Daerah (Kwarda) Riau, Kak Indra Irianto, SH, mewakili Ketua Kwarda Riau.


Sidparda bukan sekadar agenda rutin tahunan. Forum ini menjadi wadah bagi Dewan Kerja untuk mengevaluasi pelaksanaan program selama satu tahun terakhir, menyampaikan aspirasi dari Dewan Kerja Cabang (DKC), sekaligus merumuskan rekomendasi yang akan menjadi bahan pembahasan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kwarda Riau.


Dalam sambutannya, Kak Indra menegaskan bahwa Sidang Paripurna merupakan ruang strategis bagi generasi muda Pramuka untuk belajar bermusyawarah, menyusun kebijakan, serta berkontribusi dalam menentukan arah organisasi.


Ia mengingatkan bahwa seluruh rekomendasi yang lahir dari Sidparda akan menjadi perhatian Kwarda Riau. Namun demikian, tidak seluruh usulan dapat langsung diwujudkan menjadi program kerja karena harus melalui proses kajian serta penyesuaian terhadap kondisi organisasi, khususnya dari sisi kemampuan anggaran.


"Perlu kami sampaikan bahwa hasil-hasil Sidang Paripurna yang nantinya menjadi bagian dari hasil Rapat Kerja Daerah tentu tidak semuanya dapat diakomodasi menjadi program kerja. Masih diperlukan kajian dan penyempurnaan, terutama menyesuaikan dengan kondisi saat ini, salah satunya keterbatasan anggaran," ujar Kak Indra.


Meski menghadapi keterbatasan, ia justru melihat kondisi tersebut sebagai peluang bagi Dewan Kerja untuk melahirkan inovasi. Menurutnya, semangat, kreativitas, dan kemampuan anak muda merupakan modal utama dalam menghadirkan program-program yang berdampak tanpa harus bergantung sepenuhnya pada besarnya anggaran.


Optimisme itu semakin menguat mengingat Kwarda Riau dipercaya menjadi tuan rumah Perkemahan Wirakarya Nasional Wilayah Sumatera, sekaligus tengah mempersiapkan keikutsertaan dalam Raimuna Nasional serta berbagai agenda nasional lainnya.


*"Kami yakin dengan ide-ide kreatif dan semangat anak-anak muda di Dewan Kerja, berbagai keterbatasan ini justru menjadi cambuk untuk terus berkarya dan menyukseskan program-program Pramuka Penegak dan Pandega," katanya sebelum secara resmi membuka Sidang Paripurna Daerah.


Sementara itu, Ketua Sangga Kerja Sidparda, Kak Sigit Mulyono, menjelaskan bahwa kegiatan yang berlangsung pada 1–2 Juli 2026 tersebut diikuti 24 peserta yang merupakan utusan dari 12 Dewan Kerja Cabang (DKC) se-Riau, dengan masing-masing cabang mengirimkan dua delegasi dan Anggota DKD Riau 


Menurutnya, Sidang Paripurna memiliki posisi yang sangat strategis dalam kehidupan organisasi Dewan Kerja karena menjadi forum untuk mengevaluasi pelaksanaan program, menetapkan arah kebijakan organisasi, serta menyusun rekomendasi bagi kepengurusan berikutnya.


"Sidang Paripurna bukan hanya menjadi forum pengambilan keputusan secara demokratis, tetapi juga menjadi wadah memperkuat koordinasi, komunikasi, dan konsolidasi antarpengurus demi mewujudkan organisasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan bersama," jelasnya.


Ia menambahkan, dinamika organisasi yang terus berkembang menuntut Dewan Kerja mampu menghimpun berbagai aspirasi serta gagasan dari seluruh peserta melalui semangat musyawarah untuk mufakat.


Karena itu, Sidparda diharapkan tidak hanya menghasilkan keputusan administratif, tetapi juga melahirkan rekomendasi yang visioner, relevan dengan perkembangan zaman, serta mampu menjawab tantangan Gerakan Pramuka di masa depan.


Lebih dari sekadar forum persidangan, Sidparda juga menjadi ruang mempererat persaudaraan antarpengurus Dewan Kerja se-Riau. Nilai-nilai kebersamaan, transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, dan semangat gotong royong diharapkan menjadi fondasi dalam setiap proses pengambilan keputusan.


"Kami berharap Sidang Paripurna Daerah Riau Tahun 2026 mampu menghasilkan keputusan yang berkualitas, memperkuat tata kelola organisasi, serta melahirkan rekomendasi yang konstruktif demi meningkatkan efektivitas program kerja pada masa mendatang. Dengan semangat persatuan, sinergi, dan musyawarah, Sidparda ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan organisasi yang semakin maju, responsif, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta pembangunan di Provinsi Riau," tutup Kak Sigit.


Pembukaan Sidparda turut dihadiri Wakil Ketua Bidang Saka, Sako, dan Gugus Darma Kwarda Riau Kak Deny Rendra, S.IP., M.Si., Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Hukum Kak Dr. Hendro Ekwarso, M.Si., pendamping dan penasihat Sidparda Kak Nur Iskandar dan Kak Delni Yurdaningsih, Ketua DKD Riau Kak Sapri, SP, Wakil Ketua DKD Riau Kak Ayu Lestari Abrar,  serta seluruh jajaran pengurus Dewan Kerja Daerah Riau.


Dengan mengusung semangat BERSUA, Sidparda DKD Riau 2026 diharapkan menjadi titik lahirnya ide-ide segar dan kebijakan progresif yang mampu membawa Gerakan Pramuka Penegak dan Pandega Riau semakin adaptif, solid, dan berkontribusi nyata dalam membentuk generasi muda yang siap mengabdi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.


Penulis: Kak Rasid Ahmad















Kwarda Riau Matangkan Persiapan Rakerda 2026, Kesiapan Capai 95 Persen

 




Kwardariau.or.id, Pekanbaru – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Riau mematangkan seluruh persiapan menjelang pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026. Panitia memastikan kesiapan penyelenggaraan telah mencapai 95 persen dan tinggal menunggu hari pelaksanaan.


Kesiapan tersebut dibahas dalam rapat persiapan yang digelar di Ruang Pimpinan Kwarda Riau, Selasa (30/6/2026), sebagai langkah akhir memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.


Ketua Panitia Rakerda, Kak Hendro Ekwarso, mengatakan berbagai kebutuhan teknis, mulai dari lokasi kegiatan, akomodasi peserta hingga perangkat pendukung lainnya, telah dipersiapkan dengan baik.


"Persiapan Rakerda yang menyangkut kesiapan fisik di lapangan seperti tempat acara, akomodasi maupun lainnya, insyaallah sudah 95 persen dan tinggal menunggu hari H pelaksanaannya saja," ujar Kak Hendro.


Rakerda Kwarda Riau dijadwalkan berlangsung pada 1–3 Juli 2026 di kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Riau. Kegiatan tersebut direncanakan dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Riau.


Menurut Kak Hendro, pelaksanaan Rakerda tahun ini dikemas dalam tiga agenda utama yang menjadi forum strategis bagi Gerakan Pramuka di Provinsi Riau.


Agenda pertama adalah Sidang Paripurna Dewan Kerja Daerah (DKD) yang akan diikuti 17 anggota DKD, Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Cabang (DKC) se-Riau, serta didampingi masing-masing dua orang pembina dari unsur Andalan Kwarda Riau Bidang Bina Muda.


Agenda kedua berupa Rapat Paripurna Andalan Kwarda Riau yang melibatkan seluruh badan kelengkapan dan organisasi pendukung Kwarda dengan jumlah peserta sekitar 115 orang.


Sementara agenda ketiga adalah Rapat Kerja Daerah Riau bersama Kwartir Cabang (Kwarcab) se-Riau, yang diikuti unsur pimpinan Kwarda, Ketua dan Sekretaris Kwarcab, serta Ketua DKC dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau.


Selain mengevaluasi pelaksanaan program kerja, forum tersebut juga akan membahas sejumlah agenda penting yang menjadi fokus Gerakan Pramuka Riau sepanjang tahun 2026.


Salah satu pembahasan utama adalah kesiapan kontingen Kwarda Riau menghadapi Jambore Nasional Pramuka Penggalang 2026 yang akan digelar pada 13–20 Agustus 2026 di Cibubur, Jakarta.


Rakerda juga akan mengevaluasi perkembangan pendataan anggota Gerakan Pramuka melalui sistem yang dikembangkan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kwartir Nasional, sekaligus membahas pelaksanaan program kerja yang sedang berjalan.


Tak hanya itu, peserta Rakerda akan menyusun rancangan program kerja tahun 2027 sebagai arah kebijakan organisasi ke depan.


"Rakerda juga akan mendengarkan pengarahan dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau sebagai mitra strategis Gerakan Pramuka dalam pembinaan generasi muda," jelas Kak Hendro yang juga menjabat Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Hukum Kwarda Riau.


Melalui Rakerda ini, Kwarda Riau berharap seluruh jajaran kwartir di tingkat daerah maupun cabang memiliki langkah yang selaras dalam menjalankan program pembinaan kepramukaan, sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi agenda-agenda nasional pada tahun 2026 dan menyusun arah pengembangan organisasi pada tahun berikutnya.



Penulis: Kak Rasid Ahmad




Sempena Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru, Kwarcab Gerakan Pramuka laksanakan bakti masyarakat

 

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru diwakili Sekretaris Kak Irwan Yuliadi bersama Lurah Mentangor Kak Bismilhayati, Ketua Kwarran Kulim Kak Walidil Azizah dan Ketua RW 18 Bapak Samuin Sinaga melaksanakan penanaman bibit buah-buahan di komplek perumahan mutiara Tenayan Raya pada Minggu, 28/6/2026.

Kwardariau.or.id, Pekanbaru - Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru melalui bidang pengabdian masyarakat, penanggulangan bencana dan lingkungan hidup (Abdimasgana LH) melaksanakan bakti masyarakat di Perumahan Mutiara Tenayan Raya RW 18/RT 002 Kelurahan Mentangor Kecamatan Kulim, Minggu, 28/6/2026.


Ketua Kwarcab Kota Pekanbaru diwakili Sekretaris Kak Irwan Yuliadi S.IP.,M.M menyampaikan kegiatan bakti masyarakat ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru dan dilaksanakan dalam bentuk kegiatan penghijauan dan gotong royong bersama masyarakat.


"sebagai wujud pengamalan dasadarma yang kedua yakni cinta alam dan kasih sayang sesama manusia dan dalam rangka hari jadi ke-242 Kota Pekanbaru, Kwarcab melaksanakan kegiatan penghijauan dan gotong royong di perumahan mutiara tenayan raya" kata Kak Irwan.


"bersama anggota Gerakan Pramuka dan warga kita menanam bibit buah-buahan agar kelak dapat dirasakan manfaatnya. Bibit yang ditanam sebanyak 242 terdiri dari mangga, lengkeng, matoa, rambutan, dan jambu air" tambahnya.


"Kwarcab mengucapkan terima kasih atas dukungan berbagai pihak dalam pelaksanaan kegiatan ini yakni PTPN IV Regional III, Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Pekanbaru, Pemerintah Kecamatan Kulim, Kelurahan Mentangor dan Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Kulim" ujarnya.


"semoga apa yang sudah kita laksanakan diberikan keberkahan dan memberikan manfaat bagi warga, alam dan lingkungan sekitar" harapnya.


Sementara itu Lurah Mentangor Kak Bismilhayati yang hadir langsung mengikuti kegiatan ini menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kwarcab atas pelaksanaan bakti masyarakat di Perumahan Mutiara Tenayan Raya.


Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Mesjid Al Bachtiar Komplek Perumahan Mutiara Tenayan Raya Abah Ase Sahudin.


"dengan penanaman tanaman penghijauan dan sekaligus peningkatan makanan yang bervitamin, Insya Allah nanti akan berbuah dan bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih atas partisipasi dari Pramuka Kwarcab Kota Pekanbaru dalam rangka hari ulang tahun Kota Pekanbaru ke-242 tahun" ucapnya.


Hadir pada kegiatan ini Pimpinan Kwarcab yakni Waka Abdimasgana LH Kak Zarman Chandra, Waka Organikum Kak Ismed Ainuni, Wakabinawasa Kak Delimarnis, Wakabinamuda Kak Novandri Candra. Selain itu hadir Andalan Cabang, Satgas Pramuka Peduli, DKC Kota Pekanbaru, Ketua Kwarran Kulim Kak Walidil Azizah beserta Pengurus, Ketua RW 18 Bapak Samuin Sinaga, Ketua RT 002 Bapak Mulyono.


Penulis : Kak Rasid Ahmad (Humas Kwarcab Kota Pekanbaru)














Pionir Pembina Pramuka Pekanbaru, Karang Pamitran Cabang 2026 Resmi Ditutup

 

Karang Pamitran Cabang Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru resmi ditutup Ketua Kwarcab yang diwakili Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Dewasa (Binawasa) Kak Delimarnis pada Ahad (14/6/2026) di Aula Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.

Kwardariau.or.id, Pekanbaru – Semangat kebersamaan, pengabdian, dan peningkatan kapasitas pembina Pramuka mewarnai penutupan Karang Pamitran Cabang Tahun 2026 yang digelar Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari sejak 12 hingga 14 Juni 2026 di kompleks Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru itu resmi ditutup oleh Ketua Kwarcab Kota Pekanbaru yang diwakili Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Dewasa (Binawasa), Kak Delimarnis, S.Pd, Ahad (14/6/2026).


Prosesi penutupan ditandai dengan pencabutan kapak latihan dan pelepasan tanda peserta sebagai simbol berakhirnya rangkaian kegiatan yang diikuti puluhan pembina Pramuka dari berbagai gugus depan di Kota Pekanbaru.


Turut menyaksikan prosesi tersebut Sekretaris Kwarcab Kota Pekanbaru Kak Irwan Yuliadi, Kepala Pusdiklatcab Tuah Bakti Payung Negeri Kak Herry Syahrial, Ketua Panitia Kak Ismed Ainuni, para fasilitator, narasumber, dan seluruh peserta Karang Pamitran Cabang 2026.


Ketua Panitia Kak Ismed Ainuni dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas suksesnya seluruh rangkaian kegiatan yang berjalan sesuai jadwal dan berlangsung dengan penuh semangat serta kegembiraan.


“Alhamdulillah seluruh kegiatan berjalan dengan baik. Hanya satu agenda yang tidak dapat dilaksanakan yaitu wisata edukasi ke Pertamina Hulu Rokan untuk menyaksikan film dokumenter sejarah minyak dan gas di Riau. Namun kegiatan tersebut kami ganti dengan fun games yang tidak kalah menarik di areal Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru,” ujarnya.


Lebih dari sekadar ajang silaturahmi, Karang Pamitran Cabang 2026 juga menghasilkan kesepakatan penting yang akan menjadi pedoman bersama bagi gugus depan se-Kota Pekanbaru.


Menurut Kak Ismed, para peserta menyepakati dua materi yang akan diterapkan secara seragam di seluruh gugus depan, yakni tata pelaksanaan upacara pembukaan dan penutupan latihan pada setiap golongan serta tata cara pengisian Syarat Kecakapan Umum (SKU), Syarat Kecakapan Khusus (SKK), dan Syarat Pramuka Garuda (SPG) beserta rentang waktu pelaksanaannya.


“Kami berharap kesepakatan ini dapat menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan kualitas pembinaan kepramukaan di Kota Pekanbaru,” katanya.


Ia juga mengapresiasi seluruh peserta yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusiasme selama tiga hari tanpa kendala berarti.


“Selama kegiatan berlangsung, seluruh peserta mengikuti setiap sesi dengan riang gembira dan tidak ada yang mengalami gangguan kesehatan,” tambahnya.


Atas nama panitia, Kak Ismed menyampaikan terimakasih kepada Ketua Kwarcab Kota Pekanbaru, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Pekanbaru, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, seluruh panitia, fasilitator, narasumber, dan peserta yang telah mendukung suksesnya kegiatan tersebut.


“Mudah-mudahan pengorbanan Kakak-kakak meninggalkan keluarga dan tugas sehari-hari demi mengikuti kegiatan ini menjadi amal ibadah dan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT,” tuturnya.


Sementara itu, mewakili peserta, Kak Nurindah Sari, S.Pd.Gr mengungkapkan bahwa Karang Pamitran menjadi pengalaman berharga yang memberikan banyak manfaat bagi para pembina Pramuka.


“Kegiatan ini menjadi wadah yang sangat berharga untuk menambah wawasan, mempererat persaudaraan, meningkatkan keterampilan, dan menumbuhkan semangat pengabdian dalam Gerakan Pramuka,” ujarnya.


Menurutnya, suasana kekeluargaan yang terjalin selama kegiatan menjadi kesan paling mendalam yang dirasakan seluruh peserta.


“Setiap materi, permainan, diskusi, dan aktivitas yang kami ikuti memberikan pengalaman yang sangat berarti dan menjadi bekal untuk diterapkan serta dibagikan kepada peserta didik di gugus depan masing-masing,” katanya.


Ia berharap Karang Pamitran dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan program-program yang semakin kreatif, inovatif, dan bermanfaat bagi para pembina.


Dalam sambutannya, Kak Delimarnis menegaskan bahwa berakhirnya Karang Pamitran bukanlah akhir dari proses belajar seorang pembina Pramuka.


Ia mengajak seluruh peserta untuk terus mengembangkan diri, memperluas wawasan, dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama kegiatan di satuan masing-masing.


“Jangan jadikan Karang Pamitran ini sebagai wadah terakhir untuk menambah wawasan. Teruslah belajar dan menggali informasi dari berbagai sumber. Terapkan apa yang sudah diperoleh di gugus depan masing-masing,” pesannya.


Kak Delimarnis juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi antarpeserta sebagai jaringan pembina yang saling mendukung dan berbagi pengalaman.


Menurutnya, peserta Karang Pamitran 2026 memiliki peran istimewa sebagai pionir karena kegiatan serupa telah lama tidak diselenggarakan oleh Kwarcab Kota Pekanbaru.


“Sudah puluhan tahun Karang Pamitran tidak dilaksanakan di Kota Pekanbaru. Karena itu, Kakak-kakak yang hadir hari ini adalah pionir. Bukan hanya menjadi peserta pertama, tetapi juga menjadi perpanjangan tangan Kwarcab dan narasumber untuk berbagi ilmu kepada pembina lain yang belum berkesempatan mengikuti kegiatan ini,” tegasnya.


Dengan semangat “Mengabdi Dengan Ikhlas, Membina Dengan Teladan”, Karang Pamitran Cabang 2026 diharapkan menjadi titik awal lahirnya pembina-pembina Pramuka yang semakin kompeten, inspiratif, dan mampu menghadirkan pendidikan kepramukaan yang berkualitas di setiap gugus depan.


“dengan mengucapkan Alhamdulillahirabbil ‘alamiin, Karang Pamitran Cabang Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan ditutup,” ujar Kak Delimarnis yang disambut tepuk tangan seluruh peserta.


Penutupan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, menandai berakhirnya tiga hari proses belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat komitmen para pembina untuk terus membina generasi muda Pekanbaru yang berkarakter, tangguh, dan berjiwa Pramuka.


Penulis: Kak Rasid Ahmad