BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

header-ad

Fokus Lomba Tingkat Pramuka

Lomba Tingkat
Tampilkan postingan dengan label Hari Pramuka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hari Pramuka. Tampilkan semua postingan

Agung Nugroho: Trisatya dan Dasa Darma Harus Dibuktikan, Bukan Sekadar Dihafal

 



Pekanbaru - Ribuan anggota Pramuka memadati Gelanggang Remaja, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Sabtu (12/9/2026). Di tengah barisan seragam cokelat dan setangan leher merah putih, peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Cabang Kota Pekanbaru tidak sekadar menjadi panggung seremoni.


Pesan yang mengemuka justru lebih jauh yakni Pramuka harus mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi generasi muda dan masyarakat. Dari ancaman hoaks, perundungan, judi online, persoalan sampah, ketahanan pangan, hingga kebutuhan pertolongan darurat, Gerakan Pramuka dituntut tidak berhenti pada hafalan Trisatya dan Dasa Darma.


Walikota Pekanbaru selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru, Kak H Agung Nugroho, SE.,MM menegaskan bahwa nilai-nilai kepramukaan harus dibuktikan melalui tindakan sehari-hari.


“Trisatya dan Dasa Darma itu bukan cuma untuk dihafal, tapi ditunjukkan lewat tindakan sehari-hari,” ujar Kak Agung di hadapan ribuan anggota Pramuka.


Menurut dia, Pramuka memiliki posisi penting dalam membentuk generasi muda yang tangguh, kreatif, berintegritas, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.


Namun, tantangan generasi muda hari ini tidak lagi sederhana. Pendidikan karakter tidak cukup hanya berhadapan dengan persoalan kedisiplinan dan kemandirian. Anak-anak dan remaja juga menghadapi derasnya arus informasi, penyebaran berita bohong, perundungan, serta ancaman judi online.


“Di tengah tantangan zaman seperti hoaks, perundungan, hingga judi online, Pramuka harus jadi ruang tumbuh yang modern, kreatif, tapi tetap beradab dan terpercaya,” kata Kak Agung.


Tidak Cukup Menjadi Penonton


Kak Agung mendorong anggota Pramuka mulai bergerak dari lingkungan terdekat. Kepedulian, menurut dia, tidak harus menunggu kegiatan besar atau agenda resmi organisasi.


Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan lahan di sekolah maupun rumah untuk menanam sayuran menggunakan polybag. Selain membuat lingkungan lebih hijau, kegiatan itu dinilai dapat menumbuhkan kesadaran tentang ketahanan pangan dan kepedulian terhadap lingkungan.


“Kita dorong kawan-kawan Pramuka untuk langsung bergerak di sekolah dan lingkungan rumah: manfaatkan lahan dengan menanam polybag sayuran dan jaga kebersihan saluran air sekitar kita,” ujarnya.


Ia juga meminta anggota Pramuka menjadi pelopor dalam mengelola sampah, tidak membuang sampah ke drainase, serta menanam dan merawat pohon hingga tumbuh.


Bagi Kak Agung, kepedulian lingkungan tidak boleh berhenti pada kegiatan simbolis. Ia harus menjadi kebiasaan yang terus dijalankan dan ditularkan kepada masyarakat.


“Pramuka bukan sekadar seragam dan kacu merah putih, tapi tentang keteladanan dan aksi nyata di tengah masyarakat,” katanya.


Pramuka juga didorong hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. Salah satunya dengan ikut mengenalkan layanan darurat 112 Pekanbaru agar semakin banyak warga mengetahui akses pertolongan ketika menghadapi keadaan darurat.


“Pramuka juga harus hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan serta ikut mengenalkan layanan 112 Pekanbaru,” ujar Agung.


Jalur Hijau Beasiswa bagi Pramuka Berprestasi


Dalam kesempatan tersebut, Kak Agung menjanjikan jalur hijau beasiswa bagi anggota Pramuka berprestasi. Anggota Pramuka yang memiliki sertifikat prestasi yang diterbitkan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru akan mendapat kemudahan untuk memperoleh beasiswa melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.


“Atas nama Pemko Pekanbaru, kami akan memberikan apresiasi dan jalur hijau untuk adik-adik Pramuka yang berprestasi, yang sertifikatnya dikeluarkan oleh Kwartir Cabang Kota Pekanbaru,” kata Kak Agung.


Ia menyebut kebijakan tersebut sebagai bentuk penghargaan atas prestasi dan dedikasi generasi muda dalam kegiatan kepramukaan. Penghargaan itu diharapkan menjadi dorongan agar anggota Pramuka terus aktif, berprestasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


Selain menyampaikan dukungan terhadap anggota Pramuka berprestasi, Kak Agung juga mengapresiasi kontingen Pekanbaru yang mengikuti Jambore Nasional ke-12.


Ia mengaku ikut merasakan kekhawatiran ketika para peserta berada jauh dari keluarga. Karena itu, Kak Agung memutuskan datang langsung ke lokasi Jambore dan meminta laporan perkembangan peserta secara berkala.


“Saya memutuskan untuk hadir langsung ke lokasi Jambore dan meminta laporan dua kali 24 jam untuk melihat perkembangan adik-adik sekalian. Saya ingin memastikan sendiri kesehatan, keamanan, serta kebutuhan adik-adik kita,” ungkapnya.


Menurut Kak Agung, keikutsertaan dalam Jambore Nasional bukan sekadar pengalaman mengikuti kegiatan berskala nasional. Para peserta dinilai telah menunjukkan disiplin, adab, persaudaraan, serta kemampuan membawa nama baik Kota Pekanbaru.


Kak Sulastri dan Konsolidasi Gerakan Pramuka


Agung juga memberikan apresiasi kepada Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru, Kak Hj Sulastri A S.Sos., MH.


Ia menilai, di bawah kepemimpinan Kak Sulastri, Gerakan Pramuka Pekanbaru menunjukkan perkembangan yang membanggakan dan semakin dikenal di luar daerah.


“Kita perlu akui bahwa Kakak Sulastri berhasil dalam memimpin Kwartir Cabang Pramuka Kota Pekanbaru. Hari ini, Pramuka Kota Pekanbaru tidak hanya dikenal prestasinya di Kota Pekanbaru maupun Provinsi Riau, tetapi sudah dikenal di tingkat nasional,” ucap Kak Agung.


Kak Agung menyebut peringatan Hari Pramuka ke-65 tersebut sebagai salah satu kegiatan Pramuka terbesar yang pernah digelar di Kota Pekanbaru.


“Ini merupakan sejarah. Belum pernah ada acara Pramuka di Kota Pekanbaru yang sebesar ini dan semegah ini,” tuturnya.


Namun, ia mengingatkan bahwa besarnya kegiatan tidak boleh menjadi tujuan akhir. Prestasi dan kemeriahan acara harus berjalan beriringan dengan pembentukan sumber daya manusia yang berkarakter, terampil, mandiri, disiplin, serta peduli terhadap lingkungan dan masyarakat.


Sebanyak 56 orang menerima penghargaan dalam berbagai kategori. Penghargaan tersebut terdiri atas empat Lencana Melati, tiga Lencana Tiga Darma Bakti, lima Lencana Karya Bakti, dua Lencana Teladan, 38 Lencana Pancawarsa, serta empat Pramuka Garuda.


Penghargaan juga diberikan kepada 18 organisasi perangkat daerah yang dinilai memberikan dukungan terhadap Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru.


“Penghargaan bukan sekadar tanda yang disematkan pada seragam. Penghargaan merupakan amanah agar semakin setia kepada Trisatya, semakin teguh menjalankan Dasa Darma, dan semakin luas memberikan manfaat kepada masyarakat,” kata Kak Agung.


Sekitar 3.500 Anggota Hadir


Wakil Walikota Pekanbaru selaku Wakil Ketua Mabicab, Kak H Markarius Anwar ST MArch mengapresiasi antusiasme anggota Pramuka yang hadir dalam apel tersebut.


Ia menyebut sekitar 3.500 anggota Pramuka mengikuti rangkaian kegiatan di Gelanggang Remaja. Jumlah tersebut, menurut dia, menunjukkan besarnya potensi generasi muda dalam Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru.


“Luar biasa dan apresiasi kepada seluruh anak-anak Pramuka yang hadir sekitar 3.500 anggota Pramuka dalam rangka Apel Hari Pramuka ke-65 tahun,” ujar Kak Markarius.


Ia juga mengapresiasi penampilan peserta dalam Peraturan Baris-Berbaris, ubade, dan panduan suara yang dinilai menunjukkan kekompakan, kedisiplinan, serta semangat kebersamaan.


Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru, Kak Hj Sulastri A S.Sos., MH, mengatakan peringatan Hari Pramuka bukan sekadar agenda tahunan.


“Hari ini kita berkumpul bukan sekadar untuk memperingati Hari Pramuka, hari ini kita merayakan semangat, perjuangan, persaudaraan, dan masa depan bangsa,” katanya.


Kak Sulastri menegaskan, Pramuka tidak hanya berkaitan dengan seragam, upacara, atau perkemahan. Lebih dari itu, Pramuka merupakan ruang pembentukan karakter, keberanian, kepedulian, dan pengabdian.


“Pramuka bukan hanya tentang seragam, Pramuka bukan hanya tentang upacara, Pramuka bukan hanya tentang berkemah. Pramuka adalah tentang karakter, Pramuka adalah tentang keberanian, Pramuka adalah tentang kepedulian, dan Pramuka adalah tentang pengabdian,” ujarnya.


Membenahi Saka hingga Sako


Kak Sulastri mengatakan, kepengurusan Kwarcab Pekanbaru yang dilantik pada 6 Desember 2025 terus melakukan pembenahan organisasi. Meski belum genap setahun menjalankan amanah, Kwarcab Pekanbaru berupaya mempertahankan prestasi sebagai Kwarcab Tergiat I di Provinsi Riau sekaligus memperkuat pembinaan generasi muda.


Salah satu fokus pembenahan adalah Satuan Karya Pramuka atau Saka. Menurut Kak Sulastri, sebelumnya hanya sejumlah Saka yang aktif melakukan pembinaan. Karena itu, Kwarcab melakukan rapat koordinasi untuk menghidupkan dan memperkuat pembinaan Saka.


“Kami melakukan rapat koordinasi, mulai dari yang belum ada Saka hingga sampai dilantik dan hari ini semua Saka hadir untuk bersama-sama berkomitmen membina generasi muda melalui Gerakan Pramuka,” ungkapnya.


Pada tahun ini, Kwarcab Pekanbaru juga melantik Satuan Komunitas Pramuka Sekolah Islam Terpadu untuk pertama kalinya di Kota Pekanbaru.


Di bidang pengabdian, Kwarcab Pekanbaru menjalankan berbagai kegiatan penghijauan, bakti masyarakat, kepedulian terhadap panti asuhan, pembagian masker, bumbung kemanusiaan, hingga keterlibatan dalam penanganan bencana longsor di Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara.


Pembenahan juga dilakukan pada sarana dan prasarana. Pada Mei 2026, Pemerintah Kota Pekanbaru meresmikan Bumi Perkemahan Tunas Kencana di kawasan Danau Bandar Khayangan sebagai pusat kegiatan kepramukaan dan perkemahan di Kota Pekanbaru.


Dukungan anggaran untuk kegiatan kwartir ranting juga ditingkatkan melalui pemerintah kecamatan. Tahun ini, anggaran tersebut disebut mencapai Rp100 juta, meningkat dari sebelumnya sekitar Rp50 juta hingga Rp60 juta.


“Kita membutuhkan generasi yang ketika diberi tanggung jawab, mampu menjalankannya. Ketika menghadapi kesulitan, tidak mudah menyerah. Ketika melihat orang lain membutuhkan pertolongan, mau turun tangan,” kata Kak Sulastri.


Ia mengingatkan anggota Pramuka agar tidak sekadar menjadi penonton masa depan. “Jangan takut bermimpi besar, jangan takut mencoba, jangan takut gagal. Bangkit ketika jatuh, belajar ketika salah dan terus melangkah ketika menghadapi tantangan,” tegasnya.


Menurut Kak Sulastri, masa depan Indonesia tidak cukup diserahkan kepada mereka yang pandai berbicara. Masa depan membutuhkan generasi yang mampu bekerja, bertanggung jawab, dan memberi teladan.


“Jangan hanya menjadi penonton masa depan. Jadilah generasi yang menentukan masa depan,” ujarnya.


Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Pekanbaru pun ditutup dengan pesan yang jelas bahwa ukuran keberhasilan Gerakan Pramuka bukan semata-mata banyaknya kegiatan, megahnya upacara, atau banyaknya penghargaan.


Ukuran yang lebih penting adalah seberapa jauh nilai-nilai kepramukaan hadir dalam kehidupan sehari-hari—ketika lingkungan membutuhkan kepedulian, ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, dan ketika bangsa membutuhkan generasi yang berani mengambil tanggung jawab.


Jayalah Pramuka, jayalah Indonesia.


Penulis: Kak Rasid Ahmad





















Kabut Asap Tak Padamkan Semangat Pramuka Kampar, Hari Pramuka ke-65 Digelar Khidmat di Dalam Ruangan

 


Kwardariau.or.id, Bangkinang - Keterbatasan akibat menurunnya kualitas udara dan ancaman kabut asap Karhutla tidak menyurutkan semangat Gerakan Pramuka di Kabupaten Kampar. Peringatan Hari Pramuka ke-65 tetap berlangsung khidmat dan penuh semangat, meski kali ini harus digelar berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.


Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kampar melaksanakan Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Aula Kantor Bupati Kampar, Kamis (3/9/2026). Jika biasanya upacara dilaksanakan di lapangan terbuka, kondisi kualitas udara membuat panitia mengambil langkah adaptif dengan memindahkan seluruh rangkaian kegiatan ke ruang tertutup.


Ketua Kwarcab Kampar, Kak Aliman Makmur, mengatakan perubahan lokasi tersebut merupakan bentuk kepatuhan terhadap Surat Edaran Plt. Gubernur Riau Nomor 100.3.4/17/SETDA/2026 tentang penyesuaian kegiatan pembelajaran akibat penurunan kualitas udara dan ancaman kabut asap Karhutla di wilayah Riau.


“Kami mengalihkan rangkaian kegiatan ke ruang tertutup untuk menjaga kesehatan anggota Gerakan Pramuka sesuai arahan edaran gubernur terkait kondisi udara saat ini,” ujar Kak Aliman.


Keputusan tersebut mendapat dukungan dari Kwartir Daerah (Kwarda) Riau. Ketua Kwarda Riau yang diwakili Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Dewasa (Binawasa), Kak Anshari Kadir, mengapresiasi langkah Kwarcab Kampar yang tetap menjalankan peringatan Hari Pramuka dengan memperhatikan keselamatan dan kesehatan peserta.


“Alhamdulillah, acara tetap berjalan lancar, penuh khidmat, dan tidak mengurangi semangat para peserta,” kata Kak Anshari.


Dalam upacara tersebut, bertindak sebagai Pembina Upacara yakni Kak Dwianto Prihartono, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangkinang sekaligus unsur Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab). Ia hadir mewakili Bupati Kampar, Kak Ahmad Yuzar, selaku Kamabicab.


Bupati Kampar berhalangan hadir karena pada waktu yang bersamaan menghadiri agenda peluncuran program PKMK sekaligus peresmian Puskesmas Kuntu di Kecamatan Kampar Kiri. Turut hadir mendampingi di lokasi, Asisten II Setda Kampar, Kak Muhammad.


Suasana peringatan semakin istimewa ketika acara memasuki agenda penganugerahan penghargaan bagi anggota Gerakan Pramuka Kampar. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap dedikasi para pembina sekaligus penghormatan atas pencapaian peserta didik Pramuka.


Sejumlah penghargaan diberikan kepada golongan orang dewasa serta Pramuka Garuda, sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian, pembinaan, dan pencapaian tertinggi yang berhasil diraih anggota Gerakan Pramuka.


Selain itu, turut dilakukan penyerahan Tanda Ikut Serta Kegiatan (Tiska) dan piagam penghargaan kepada kontingen Cabang Kampar yang mengikuti Jambore Nasional.


Penghargaan juga diberikan berupa Tanda Ikut Gotong Royong (Tigor) dan piagam kepada peserta Perkemahan Antar Satuan Karya (Peran Saka) Nasional yang diselenggarakan di Gorontalo.


Rangkaian penghargaan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam peringatan Hari Pramuka ke-65 di Kampar. Di tengah kondisi daerah yang sedang menghadapi persoalan kualitas udara, semangat berprestasi, mengabdi, dan berkarya tetap mendapatkan tempat.


Pelaksanaan Hari Pramuka ke-65 ini sekaligus menunjukkan bahwa Gerakan Pramuka Kampar mampu beradaptasi dengan situasi tanpa kehilangan esensi kegiatan. Pilihan untuk memindahkan upacara ke dalam ruangan menjadi bukti bahwa keselamatan dan kesehatan anggota tetap menjadi prioritas, sementara semangat kepramukaan terus dijaga.


Kabut asap boleh membatasi ruang gerak, tetapi tidak memadamkan semangat. Dari Aula Kantor Bupati Kampar, nilai kedisiplinan, kebersamaan, pengabdian, dan gotong royong justru kembali ditegaskan sebagai bagian penting dari jati diri Gerakan Pramuka.


Penulis: Kak Anshari Kadir

Editor: Kak Rasid Ahmad










Hari Pramuka ke-65, Kwarda Riau Dorong Kreativitas dan Revitalisasi Pendidikan Karakter

 

Upacara Peringatan Hari Pramuka Ke-65 Tingkat Daerah Riau di Lapangan Kantor Gubernur Riau, Selasa (18/8/2026).


Kwardariau.or.id, Pekanbaru – Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Daerah Riau berlangsung khidmat di Lapangan Kantor Gubernur Riau, Selasa (18/8/2026). Momentum ini menjadi refleksi perjalanan Gerakan Pramuka sekaligus peneguhan komitmen untuk terus menghadirkan pendidikan karakter yang relevan dengan tantangan zaman.


Sekretaris Daerah Provinsi Riau selaku Wakil Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Riau, Kak Dr. H. Syahrial Abdi, AP., M.Si., bertindak sebagai pembina upacara.


Di tengah kondisi fiskal yang terbatas, Syahrial menegaskan dukungan terhadap kegiatan kepramukaan tetap diberikan. Menurutnya, keterbatasan anggaran harus diikuti dengan efisiensi tanpa mengurangi ruang bagi anggota Pramuka untuk berkembang dan berkreasi.


“Di tengah kondisi fiskal yang sempit, kita tetap dukung kegiatan Pramuka. Kita hanya perlu efisiensi, berhemat, tetapi mencari kegiatan-kegiatan yang efektif untuk adik-adik kita,” kata Syahrial Abdi.


Ia menilai kreativitas anggota Pramuka Riau terlihat dari berbagai penampilan dalam rangkaian upacara, mulai dari atraksi, musikal hingga koreografi. Menurutnya, potensi tersebut perlu mendapatkan ruang dan kesempatan agar dapat berkembang menjadi energi positif bagi generasi muda.


“Kita lihat tadi ada atraksi, ada musikal, dan juga ada koreografi. Artinya anak-anak kita punya kreativitas yang tinggi. Tinggal kita memberi ruang dan kesempatan kepada mereka untuk menampilkan apa yang sudah mereka ikhtiarkan yang terbaik,” ujarnya.


Syahrial juga berharap Gerakan Pramuka di Riau semakin masif dan menjadi wadah alternatif bagi generasi muda, mulai dari tingkat gugus depan hingga golongan Penegak dan Pandega.


Menurutnya, Pramuka memiliki posisi strategis dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), derasnya arus informasi, hingga maraknya hoaks.


“Bagaimana AI, teknologi, bahkan hoaks, mudah-mudahan dengan berhimpun, berkomunikasi dan berinteraksi lebih banyak dalam kegiatan Pramuka, anak-anak kita bisa menyalurkan ekspresinya dalam bentuk positif,” katanya.


Sementara itu, Ketua Panitia Hari Pramuka ke-65 Tingkat Daerah Riau, Kak Hendro Ekwarso, menjelaskan sejumlah kegiatan telah dilaksanakan dalam rangkaian peringatan tahun ini.


Kegiatan diawali dengan Bulan Bakti Pramuka yang dimulai sejak 1 Agustus 2026 dengan fokus pada penghijauan dan penataan lingkungan. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Riau.


“Kedua, kita berpartisipasi penuh dalam kegiatan Jambore Nasional. Kemudian kegiatan upacara, kita ada ulang janji, dan yang terakhir adalah ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kusuma Dharma Pekanbaru, mengenang para pahlawan, khususnya para pejuang-pejuang Pramuka,” jelas Hendro.


Hendro menilai tema peringatan Hari Pramuka ke-65 sangat relevan dengan tantangan pembangunan generasi muda saat ini, termasuk semangat yang tercermin dalam Asta Cita.


Menurutnya, Gerakan Pramuka memiliki fleksibilitas untuk terus beradaptasi. Karena itu, efisiensi anggaran tidak semestinya menghilangkan makna pembinaan, melainkan menjadi momentum untuk mengoptimalkan nilai-nilai kepramukaan dalam pembentukan karakter.


“Pramuka itu adalah sesuatu yang bersifat fleksibel. Jadi, walaupun efisiensi, tidak mengurangi atau tidak menghilangkan makna. Justru bagaimana kita bisa mengkapitalisasi nilai-nilai yang ada dan memberikan nilai yang positif dalam pembinaan karakter,” ujarnya.


Ia berharap aktivitas Gerakan Pramuka semakin diperkuat, khususnya dalam konteks pembentukan karakter generasi muda agar mampu menghadapi berbagai tantangan masa depan.


“Kita berharap aktivitas Gerakan Pramuka, terutama dalam konteks pembentukan karakter generasi muda untuk menghadapi tantangan masa yang akan datang, mau tidak mau kita harus merevitalisasi kegiatan-kegiatan Pramuka dalam proses pendidikan karakter,” harap Hendro.


Dalam upacara tersebut juga dilaksanakan penyerahan Tanda Penghargaan Orang Dewasa (TPOD) kepada sejumlah insan Pramuka. Penghargaan yang diberikan meliputi Lencana Melati, Darmabakti, Karya Bakti, dan Pancawarsa sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, pengabdian, serta kontribusi dalam memajukan Gerakan Pramuka.


Rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Daerah Riau turut diisi dengan cek kesehatan gratis di Lapangan Kantor Gubernur Riau. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian Gerakan Pramuka terhadap kesehatan sekaligus upaya menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.


Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Dharma Pekanbaru. Ziarah menjadi momentum untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan, termasuk para pejuang dan tokoh Pramuka yang telah memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.


Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Daerah Riau akhirnya bukan sekadar seremoni tahunan. Di tengah keterbatasan anggaran dan cepatnya perubahan zaman, Pramuka dituntut tetap hadir sebagai ruang tumbuh bagi generasi muda—ruang untuk berkarya, berkreasi, berinteraksi, sekaligus membangun karakter.


Semangat “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan” pun kembali diteguhkan. Bukan sekadar slogan, tetapi komitmen agar setiap kegiatan kepramukaan melahirkan karya dan pengabdian yang benar-benar dirasakan masyarakat.


Penulis: Rasid Ahmad














Peringatan Hari Pramuka ke-64 Tahun 2025 di Riau Berlangsung Khidmat dan Meriah

 



Pekanbaru, kwardariau.or.id – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Riau Gelar Upacara peringatan Hari Pramuka ke-64 tahun 2025 yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Gubernur Riau Jl. Jend Sudirman No 460 Pekanbaru pada Senin (18/8/2025). Ribuan anggota Pramuka dari berbagai tingkatan, mulai dari siaga, penggalang, penegak, hingga pandega hadir memadati lapangan upacara.


Gubernur Riau H. Abdul Wahid, M.Si, yang juga bertindak sebagai pembina upacara, menyampaikan apresiasi atas kiprah Gerakan Pramuka dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, Pramuka merupakan wadah strategis untuk menanamkan nilai kedisiplinan, kepemimpinan, serta rasa cinta tanah air.



“Gerakan Pramuka telah terbukti menjadi garda terdepan dalam pembinaan karakter generasi muda. Melalui kegiatan kepramukaan, anak-anak kita ditempa menjadi pribadi tangguh, mandiri, serta siap menghadapi tantangan zaman,” ujar Gubernur dalam amanatnya.


Pada kesempatan itu, Gubernur juga membacakan amanat Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Dalam amanatnya, Ketua Kwarnas menegaskan bahwa tema resmi Hari Pramuka ke-64 tahun 2025 adalah “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa.”


“Tema ini mengingatkan kita bahwa membangun bangsa tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi lintas generasi, lintas profesi, dan lintas sektor. Pramuka harus menjadi garda depan yang menunjukkan semangat kebersamaan dan gotong royong. Melalui kolaborasi, kita dapat memperkuat ketahanan bangsa menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, bencana, hingga perkembangan teknologi,” kata Gubernur Riau.


Amanat tersebut juga menekankan pentingnya revitalisasi Gerakan Pramuka agar tetap relevan di era digital. “Kwartir Nasional mengajak seluruh anggota Pramuka untuk lebih adaptif dan kreatif dalam menghadapi perkembangan zaman. Pramuka harus hadir di tengah masyarakat sebagai agen perubahan yang membawa manfaat nyata, baik melalui kegiatan lingkungan, sosial, maupun pemberdayaan masyarakat,” demikian isi amanat Kwarnas.


Rangkaian peringatan juga diisi dengan penyerahan tanda penghargaan berupa lencana Pancawarsa, Lencana Karya Bakti, Lencana Darma Bakti, Lencana Melati dan tanda jasa kepada tokoh-tokoh yang berjasa dalam memajukan Gerakan Pramuka di Provinsi Riau. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Gubernur Riau.


Setelah upacara, para peserta disuguhi atraksi Marching Band dari pangkalan SMP Advent Pasir Putih Siak Hulu  dengan jumlah personal 51 orang dengan membawakan lagu Save Me dilanjutkan persembahan tarian tradisional (Tari Saman) yang dikolabarasikan dengan dance semaphore dari para pramuka penggalang MTSN 1 Andalan Pekanbaru. Penampilan tersebut mendapat sambutan meriah dari masyarakat yang turut menyaksikan jalannya peringatan Hari Pramuka ke 64th.



Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Riau Drs. H. Irwan Nasir, M.Si dalam sambutannya juga menegaskan bahwa semangat kolaborasi sesuai tema tahun ini harus diwujudkan dalam kerja nyata. “Pramuka Riau siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam berbagai program, baik pendidikan karakter, pelestarian lingkungan, maupun kesiapsiagaan menghadapi bencana,” tegasnya.


Melalui peringatan Hari Pramuka ke-64 ini, diharapkan generasi muda semakin siap berkontribusi dalam membangun bangsa. Seperti amanat Kwartir Nasional, Pramuka harus terus mengedepankan nilai persatuan, semangat gotong royong, dan kolaborasi demi memperkuat ketahanan bangsa.


Turut hadir dalam upacara peringatan Hari Pramuka ke 64 yakni Forkompinda Riau, Anggota Mabida, Ketua Kwarcab se Riau, Andalan Daerah, Staf Kwarda Riau dan tamu undangan lainnya.


Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi salam-salaman antara peserta dengan jajaran pemerintah daerah serta pengurus Kwarda Riau.


Pewarta: Ina Pergiyati

Editor: Rasid Ahmad


Dokumentasi 

















Kwarcab Kampar Gelar Upacara Peringatan Hari Pramuka ke 63 Tahun 2024

 

PJ Bupati Kampar H. Hambali, SE, MBA, MH bertindak sebagai Pembina Upacara Peringatan Hari Pramuka ke 63 Tahun 2024 Kwarcab Kampar pada Rabu (25/09/2024)


Kwardariau.or.id, Bangkinang - Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kampar gelar Apel Besar Hari Pramuka ke-63 Tahun 2024 di Lapangan Pelajar Jl A. Yani Bangkinang pada hari Rabu (25/09/2024) pagi. PJ Bupati Kampar H. Hambali, SE, MBA, MH menjadi pembina upacara pelaksanaan Apel Besar Peringatan Hari Pramuka ke 63.


Dalam sambutan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso yang dibacakan oleh PJ Bupati Kampar kak Hambali dijelaskan bahwa Gerakan Pramuka telah menunjukkan eksistensinya dalam mempersiapkan generasi muda dan selalu menjadi garda terdepan untuk membentuk anggota Pramuka yang berjiwa Pancasila.


“Serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebagaimana yang telah ditegaskan pada tema Hari Pramuka ke-63 ini yaitu Pramuka Berjiwa Pancasila Menjaga NKRI,”ucapnya.

Penyerahan Tanda Pramuka Garuda Golongan Penggalang oleh PJ Bupati Kampar H. Hambali, SE, MBA, MH seusai pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Pramuka ke 63 di Lapangan Pelajar Jl A Yani Bangkinang Kota


Ditambahkan juga bahwa Indonesia tengah dihadapkan dengan berbagai tantangan zaman yang penuh ketidakpastian, perkembangan teknologi dan komunikasi yang menjadikan hilangnya batas-batas negara karena mudahnya hubungan antar warga negara, maraknya judi online yang menerpa generasi muda, aksi bullying, kasus narkoba, pornografi, hingga budaya asing yang telah menggerus semangat gotong royong dan nasionalisme generasi muda.


Yakni perkembangan teknologi dan komunikasi yang menjadikan hilangnya batas-batas negara, maraknya judi online yang menerpa generasi muda, aksi bullying, kasus narkoba, pornografi, hingga budaya asing yang telah menggerus semangat gotong royong dan nasionalisme generasi muda. 


Melalui tema "Pramuka Berjiwa Pancasila, Menjaga NKRI", kak Hambali mengajak untuk lebih peka dan peduli terhadap kondisi bangsa. Pramuka harus menjadi garda terdepan dalam berbagai bidang pengabdian, termasuk dalam menghadapi tantangan-tantangan kemanusiaan yang semakin kompleks. Pramuka harus terus bertransformasi menjadi kekuatan yang tangguh dan menjadi pilar dalam menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.



"Anggota Pramuka harus menjadi teladan untuk menjaga persatuan dan kesatuan di antara warga negara. Pramuka harus menunjukkan bahwa kacu merah putih di leher adalah simbol penting yang menjunjung tinggi kepentingan negara daripada hanya untuk kepentingan golongan," ujar Hambali. 


Apel besar peringatan Hari Pramuka ke 63 kali ini diikuti kurang lebih 1000 peserta yang terdiri dari Pramuka Siaga, Penggalang, dan Penegak. 


Turut hadir dalam Apel Besar Peringatan Hari Pramuka ke 63, Waka Binamuda Kwarda Riau kak Jon Haril, M. Pd, Ketua Kwarcab Kampar Kak Ir. Aliman Makmur, M. Si.,Ph. D, Sekretaris Kwarcab Kampar kak Admiral,. , SP, M.Si, Wakil Sekretaris Kwarcab Kampar kak Zafri, S. Kom. M. Pd, Waka Bina Muda Kwarcab Kampar kak Syarifuddin, M. Pd, Waka Binawasa kak Zafri, S.Kom, M.Pd, waka Bidang Usaha kak Maria Aribeni, S.Si. M.Si, Andalan Cabang Kwarcab Kampar Kak Efri Danur, M. Pd, Ka Kwarran sw Kwarcab Kampar, Kamabigus, staff Kwarcab Kampar dan tamu undangan lainnya. 

Foto bersama seusai pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Pramuka ke 63 Kwarcab Kampar tahun 2024


Setelah selesai Upacara dilanjutkan Penyerahan Tanda Penghargaan Orang Dewasa (TPOD), Penghargaan Pramuka Garuda tingkat Siaga 24 orang, Tingkat Penggalang 65 orang dan Penegak 21 orang, serta penyerahan Piagam atas dedikasi kepada 5 sesepuh yaitu kak H. Ismail Husin, kak drs. Bakri, kak H. Zakir, kak H. Akmam dan kak H. makmur, S. Pd. 

Kegiatan upacara ditutup dengan penampilan atraksi drama pendek Penanggulangan Bencana  Alam dari Gugus Depan MTs Al Muhajirin Suka Mulya Bangkinang. 


Pewarta: Ina Pergiyati


Penyerahan Piagam atas dedikasi kepada 5 sesepuh Kwarcab Kampar pada Upacara Peringatan Hari Pramuka ke 63 Tahun 2014 yaitu kak H. Ismail Husin, kak drs. Bakri, kak H. Zakir, kak H. Akmam dan kak H. Makmur, S. Pd.