BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

header-ad

Sidparda Riau 2026 Resmi Dibuka, Rumuskan Arah Gerakan Pramuka Penegak dan Pandega

 

Sambutan Ketua Kwarda Riau yang diwakili Sekretaris Kwarda Kak Indra Irianto, SH pada Pembukaan Sidang Paripurna Daerah.

Kwardariau.or.id, Pekanbaru – Semangat membangun Gerakan Pramuka yang adaptif, inovatif, dan mampu menjawab tantangan zaman mewarnai pembukaan Sidang Paripurna Daerah (Sidparda) Dewan Kerja Daerah (DKD) Pramuka Penegak dan Pandega Riau Tahun 2026, Rabu (1/7/2026). Mengusung tema "Bertemu, Bersuara, Berdinamika (BERSUA)", forum permusyawaratan tertinggi bagi Pramuka Penegak dan Pandega tingkat daerah ini menjadi titik awal lahirnya berbagai gagasan strategis untuk arah pengembangan Gerakan Pramuka di Provinsi Riau.


Kegiatan yang berlangsung di Aula Bengkalis, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Riau itu dibuka secara resmi oleh Sekretaris Kwartir Daerah (Kwarda) Riau, Kak Indra Irianto, SH, mewakili Ketua Kwarda Riau.


Sidparda bukan sekadar agenda rutin tahunan. Forum ini menjadi wadah bagi Dewan Kerja untuk mengevaluasi pelaksanaan program selama satu tahun terakhir, menyampaikan aspirasi dari Dewan Kerja Cabang (DKC), sekaligus merumuskan rekomendasi yang akan menjadi bahan pembahasan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kwarda Riau.


Dalam sambutannya, Kak Indra menegaskan bahwa Sidang Paripurna merupakan ruang strategis bagi generasi muda Pramuka untuk belajar bermusyawarah, menyusun kebijakan, serta berkontribusi dalam menentukan arah organisasi.


Ia mengingatkan bahwa seluruh rekomendasi yang lahir dari Sidparda akan menjadi perhatian Kwarda Riau. Namun demikian, tidak seluruh usulan dapat langsung diwujudkan menjadi program kerja karena harus melalui proses kajian serta penyesuaian terhadap kondisi organisasi, khususnya dari sisi kemampuan anggaran.


"Perlu kami sampaikan bahwa hasil-hasil Sidang Paripurna yang nantinya menjadi bagian dari hasil Rapat Kerja Daerah tentu tidak semuanya dapat diakomodasi menjadi program kerja. Masih diperlukan kajian dan penyempurnaan, terutama menyesuaikan dengan kondisi saat ini, salah satunya keterbatasan anggaran," ujar Kak Indra.


Meski menghadapi keterbatasan, ia justru melihat kondisi tersebut sebagai peluang bagi Dewan Kerja untuk melahirkan inovasi. Menurutnya, semangat, kreativitas, dan kemampuan anak muda merupakan modal utama dalam menghadirkan program-program yang berdampak tanpa harus bergantung sepenuhnya pada besarnya anggaran.


Optimisme itu semakin menguat mengingat Kwarda Riau dipercaya menjadi tuan rumah Perkemahan Wirakarya Nasional Wilayah Sumatera, sekaligus tengah mempersiapkan keikutsertaan dalam Raimuna Nasional serta berbagai agenda nasional lainnya.


*"Kami yakin dengan ide-ide kreatif dan semangat anak-anak muda di Dewan Kerja, berbagai keterbatasan ini justru menjadi cambuk untuk terus berkarya dan menyukseskan program-program Pramuka Penegak dan Pandega," katanya sebelum secara resmi membuka Sidang Paripurna Daerah.


Sementara itu, Ketua Sangga Kerja Sidparda, Kak Sigit Mulyono, menjelaskan bahwa kegiatan yang berlangsung pada 1–2 Juli 2026 tersebut diikuti 24 peserta yang merupakan utusan dari 12 Dewan Kerja Cabang (DKC) se-Riau, dengan masing-masing cabang mengirimkan dua delegasi dan Anggota DKD Riau 


Menurutnya, Sidang Paripurna memiliki posisi yang sangat strategis dalam kehidupan organisasi Dewan Kerja karena menjadi forum untuk mengevaluasi pelaksanaan program, menetapkan arah kebijakan organisasi, serta menyusun rekomendasi bagi kepengurusan berikutnya.


"Sidang Paripurna bukan hanya menjadi forum pengambilan keputusan secara demokratis, tetapi juga menjadi wadah memperkuat koordinasi, komunikasi, dan konsolidasi antarpengurus demi mewujudkan organisasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan bersama," jelasnya.


Ia menambahkan, dinamika organisasi yang terus berkembang menuntut Dewan Kerja mampu menghimpun berbagai aspirasi serta gagasan dari seluruh peserta melalui semangat musyawarah untuk mufakat.


Karena itu, Sidparda diharapkan tidak hanya menghasilkan keputusan administratif, tetapi juga melahirkan rekomendasi yang visioner, relevan dengan perkembangan zaman, serta mampu menjawab tantangan Gerakan Pramuka di masa depan.


Lebih dari sekadar forum persidangan, Sidparda juga menjadi ruang mempererat persaudaraan antarpengurus Dewan Kerja se-Riau. Nilai-nilai kebersamaan, transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, dan semangat gotong royong diharapkan menjadi fondasi dalam setiap proses pengambilan keputusan.


"Kami berharap Sidang Paripurna Daerah Riau Tahun 2026 mampu menghasilkan keputusan yang berkualitas, memperkuat tata kelola organisasi, serta melahirkan rekomendasi yang konstruktif demi meningkatkan efektivitas program kerja pada masa mendatang. Dengan semangat persatuan, sinergi, dan musyawarah, Sidparda ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan organisasi yang semakin maju, responsif, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta pembangunan di Provinsi Riau," tutup Kak Sigit.


Pembukaan Sidparda turut dihadiri Wakil Ketua Bidang Saka, Sako, dan Gugus Darma Kwarda Riau Kak Deny Rendra, S.IP., M.Si., Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Hukum Kak Dr. Hendro Ekwarso, M.Si., pendamping dan penasihat Sidparda Kak Nur Iskandar dan Kak Delni Yurdaningsih, Ketua DKD Riau Kak Sapri, SP, Wakil Ketua DKD Riau Kak Ayu Lestari Abrar,  serta seluruh jajaran pengurus Dewan Kerja Daerah Riau.


Dengan mengusung semangat BERSUA, Sidparda DKD Riau 2026 diharapkan menjadi titik lahirnya ide-ide segar dan kebijakan progresif yang mampu membawa Gerakan Pramuka Penegak dan Pandega Riau semakin adaptif, solid, dan berkontribusi nyata dalam membentuk generasi muda yang siap mengabdi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.


Penulis: Kak Rasid Ahmad















NEXT »