BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

header-ad

Hari Pramuka ke-65, Kwarda Riau Dorong Kreativitas dan Revitalisasi Pendidikan Karakter

 

Upacara Peringatan Hari Pramuka Ke-65 Tingkat Daerah Riau di Lapangan Kantor Gubernur Riau, Selasa (18/8/2026).


Kwardariau.or.id, Pekanbaru – Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Daerah Riau berlangsung khidmat di Lapangan Kantor Gubernur Riau, Selasa (18/8/2026). Momentum ini menjadi refleksi perjalanan Gerakan Pramuka sekaligus peneguhan komitmen untuk terus menghadirkan pendidikan karakter yang relevan dengan tantangan zaman.


Sekretaris Daerah Provinsi Riau selaku Wakil Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Riau, Kak Dr. H. Syahrial Abdi, AP., M.Si., bertindak sebagai pembina upacara.


Di tengah kondisi fiskal yang terbatas, Syahrial menegaskan dukungan terhadap kegiatan kepramukaan tetap diberikan. Menurutnya, keterbatasan anggaran harus diikuti dengan efisiensi tanpa mengurangi ruang bagi anggota Pramuka untuk berkembang dan berkreasi.


“Di tengah kondisi fiskal yang sempit, kita tetap dukung kegiatan Pramuka. Kita hanya perlu efisiensi, berhemat, tetapi mencari kegiatan-kegiatan yang efektif untuk adik-adik kita,” kata Syahrial Abdi.


Ia menilai kreativitas anggota Pramuka Riau terlihat dari berbagai penampilan dalam rangkaian upacara, mulai dari atraksi, musikal hingga koreografi. Menurutnya, potensi tersebut perlu mendapatkan ruang dan kesempatan agar dapat berkembang menjadi energi positif bagi generasi muda.


“Kita lihat tadi ada atraksi, ada musikal, dan juga ada koreografi. Artinya anak-anak kita punya kreativitas yang tinggi. Tinggal kita memberi ruang dan kesempatan kepada mereka untuk menampilkan apa yang sudah mereka ikhtiarkan yang terbaik,” ujarnya.


Syahrial juga berharap Gerakan Pramuka di Riau semakin masif dan menjadi wadah alternatif bagi generasi muda, mulai dari tingkat gugus depan hingga golongan Penegak dan Pandega.


Menurutnya, Pramuka memiliki posisi strategis dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), derasnya arus informasi, hingga maraknya hoaks.


“Bagaimana AI, teknologi, bahkan hoaks, mudah-mudahan dengan berhimpun, berkomunikasi dan berinteraksi lebih banyak dalam kegiatan Pramuka, anak-anak kita bisa menyalurkan ekspresinya dalam bentuk positif,” katanya.


Sementara itu, Ketua Panitia Hari Pramuka ke-65 Tingkat Daerah Riau, Kak Hendro Ekwarso, menjelaskan sejumlah kegiatan telah dilaksanakan dalam rangkaian peringatan tahun ini.


Kegiatan diawali dengan Bulan Bakti Pramuka yang dimulai sejak 1 Agustus 2026 dengan fokus pada penghijauan dan penataan lingkungan. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Riau.


“Kedua, kita berpartisipasi penuh dalam kegiatan Jambore Nasional. Kemudian kegiatan upacara, kita ada ulang janji, dan yang terakhir adalah ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kusuma Dharma Pekanbaru, mengenang para pahlawan, khususnya para pejuang-pejuang Pramuka,” jelas Hendro.


Hendro menilai tema peringatan Hari Pramuka ke-65 sangat relevan dengan tantangan pembangunan generasi muda saat ini, termasuk semangat yang tercermin dalam Asta Cita.


Menurutnya, Gerakan Pramuka memiliki fleksibilitas untuk terus beradaptasi. Karena itu, efisiensi anggaran tidak semestinya menghilangkan makna pembinaan, melainkan menjadi momentum untuk mengoptimalkan nilai-nilai kepramukaan dalam pembentukan karakter.


“Pramuka itu adalah sesuatu yang bersifat fleksibel. Jadi, walaupun efisiensi, tidak mengurangi atau tidak menghilangkan makna. Justru bagaimana kita bisa mengkapitalisasi nilai-nilai yang ada dan memberikan nilai yang positif dalam pembinaan karakter,” ujarnya.


Ia berharap aktivitas Gerakan Pramuka semakin diperkuat, khususnya dalam konteks pembentukan karakter generasi muda agar mampu menghadapi berbagai tantangan masa depan.


“Kita berharap aktivitas Gerakan Pramuka, terutama dalam konteks pembentukan karakter generasi muda untuk menghadapi tantangan masa yang akan datang, mau tidak mau kita harus merevitalisasi kegiatan-kegiatan Pramuka dalam proses pendidikan karakter,” harap Hendro.


Dalam upacara tersebut juga dilaksanakan penyerahan Tanda Penghargaan Orang Dewasa (TPOD) kepada sejumlah insan Pramuka. Penghargaan yang diberikan meliputi Lencana Melati, Darmabakti, Karya Bakti, dan Pancawarsa sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, pengabdian, serta kontribusi dalam memajukan Gerakan Pramuka.


Rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Daerah Riau turut diisi dengan cek kesehatan gratis di Lapangan Kantor Gubernur Riau. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian Gerakan Pramuka terhadap kesehatan sekaligus upaya menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.


Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Dharma Pekanbaru. Ziarah menjadi momentum untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan, termasuk para pejuang dan tokoh Pramuka yang telah memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.


Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Daerah Riau akhirnya bukan sekadar seremoni tahunan. Di tengah keterbatasan anggaran dan cepatnya perubahan zaman, Pramuka dituntut tetap hadir sebagai ruang tumbuh bagi generasi muda—ruang untuk berkarya, berkreasi, berinteraksi, sekaligus membangun karakter.


Semangat “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan” pun kembali diteguhkan. Bukan sekadar slogan, tetapi komitmen agar setiap kegiatan kepramukaan melahirkan karya dan pengabdian yang benar-benar dirasakan masyarakat.


Penulis: Rasid Ahmad














NEXT »