BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

header-ad

Kwarcab Kota Pekanbaru Lantik Pengurus Saka Wanabakti, Siap Cetak Generasi Pelestari Hutan

 

Wakil Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru Kak Zarman Chandra, S.STP., M.Si memasangkan tanda jabatan kepada Ketua Mabisaka Wanabakti Tingkat Cabang Kota Pekanbaru masa bakti 2025-2030 Kak Slamet Supriyadi, S.Pd., M.Sc

Kwardariaun.or.id, Pekanbaru – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru resmi melantik Majelis Pembimbing Saka (Mabisaka), Pimpinan Saka (Pimsaka) Wanabakti Tingkat Cabang Kota Pekanbaru masa bakti 2025-2030, Pamong dan Instruktur Saka Wanabakti masa bakti 2026-2029, serta Majelis Pembimbing dan Pimpinan Pangkalan Saka Wanabakti SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru masa bakti 2026-2028, Kamis (16/7/2026).


Pelantikan yang diwakili Wakil Ketua Kwarcab Kota Pekanbaru Bidang Abdimasgana dan Lingkungan Hidup, Kak Zarman Candra menyampaikan bahwa hal ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kelembagaan Saka Wanabakti sekaligus mempertegas perannya dalam membina generasi muda yang peduli terhadap pelestarian hutan.


Ketua Mabisaka Wanabakti Tingkat Cabang Kota Pekanbaru, Kak Slamet Supriyadi, mengatakan pelantikan ini menjadi awal pengabdian bagi seluruh pengurus baru. Setelah prosesi pelantikan, seluruh jajaran langsung mengikuti orientasi sebagai bekal menjalankan roda organisasi.


"Terima kasih kepada seluruh kakak-kakak yang telah membantu suksesnya pelantikan ini. Semoga orientasi yang dilaksanakan dapat diikuti dengan sungguh-sungguh sehingga seluruh pengurus mampu menjalankan amanah organisasi secara maksimal," ujarnya.


Dalam arahannya, Kak Zarman Candra menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan Saka Wanabakti hanya dapat terwujud melalui sinergi seluruh unsur organisasi, mulai dari Majelis Pembimbing, Pimpinan Saka, Pamong, hingga Instruktur.


Menurutnya, Majelis Pembimbing memiliki fungsi strategis dalam memberikan arahan, dukungan, serta memastikan keberlanjutan penyelenggaraan Saka melalui penyediaan anggaran, fasilitas, hingga sanggar bakti. Sementara Pimpinan Saka bertanggung jawab mengelola organisasi serta membangun dukungan dari berbagai pihak.


"Kita harus memperkuat kolaborasi, tidak hanya di internal Gerakan Pramuka, tetapi juga dengan instansi pemerintah, BUMN, BUMD, dunia usaha, dunia industri, dan seluruh mitra yang memiliki perhatian terhadap pelestarian hutan dan lingkungan," kata Kak Zarman.


Ia juga mengingatkan pentingnya tata kelola organisasi yang profesional, mulai dari administrasi, pendidikan dan pelatihan, penyusunan program kerja, hingga pengelolaan sarana dan prasarana.


Selain itu, Kak Zarman mendorong agar rekrutmen anggota Saka Wanabakti dibuka seluas-luasnya bagi Pramuka Penegak dan Pandega yang berasal dari SMA, SMK, MA maupun perguruan tinggi di Kota Pekanbaru.


"Keikutsertaan dalam Saka juga menjadi salah satu syarat menuju Pramuka Garuda. Karena itu mari kita hidupkan kembali Saka Wanabakti agar semakin diminati generasi muda," pesannya.


Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan Kementerian Kehutanan yang juga Sekretaris Umum Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Nasional, Kak Luckmi Purwandari, menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni organisasi, tetapi merupakan awal dari tanggung jawab besar dalam membangun generasi pelestari hutan Indonesia.


"Hari ini kita tidak hanya menyaksikan sebuah prosesi formal. Pelantikan ini menandai lahirnya komitmen baru, amanah baru, sekaligus tanggung jawab kolektif untuk memperkuat peran Saka Wanabakti sebagai garda terdepan pelestarian hutan Indonesia," ujarnya.


Menurut Kak Luckmi, orientasi yang dilaksanakan setelah pelantikan menjadi tahapan penting agar seluruh pengurus memiliki pemahaman yang sama mengenai arah kebijakan Gerakan Pramuka, tata kelola organisasi, serta peran strategis Saka Wanabakti dalam mendukung pembangunan kehutanan nasional.


Ia mengingatkan bahwa Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar, mulai dari perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, kebakaran hutan dan lahan, hingga meningkatnya tekanan terhadap sumber daya alam.


"Tantangan tersebut tidak mungkin hanya dijawab pemerintah. Dibutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda yang akan menjadi penerus pengelolaan hutan Indonesia," katanya.


Karena itu, Saka Wanabakti dinilai memiliki posisi yang sangat strategis sebagai wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, disiplin, kepedulian lingkungan, sekaligus pengabdian kepada masyarakat.


Kak Luckmi meminta kepengurusan baru segera menyusun program kerja yang terukur, realistis, dan berorientasi pada hasil nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia juga mendorong penguatan pendidikan dan pelatihan berbasis Krida Saka Wanabakti agar anggota memiliki keterampilan praktis di bidang kehutanan.


Selain itu, ia mengajak pengurus memperluas sinergi dengan Kwartir Gerakan Pramuka, Balai P2SDM Wilayah II Pekanbaru, SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru, UPT Kementerian Kehutanan, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, hingga memanfaatkan teknologi digital sebagai media pembelajaran dan pengembangan jejaring.


"Jadikan setiap kegiatan Saka Wanabakti sebagai ruang pembentukan karakter yang menanamkan integritas, disiplin, gotong royong, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap pelestarian hutan," tegasnya.


Ia juga memberikan apresiasi kepada SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru, Balai P2SDM Wilayah II Pekanbaru, Kwarcab Kota Pekanbaru, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi memperkuat kelembagaan Saka Wanabakti.


Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah penting dalam membangun model pembinaan generasi muda kehutanan yang mengintegrasikan pendidikan vokasi, Gerakan Pramuka, dan program pengembangan generasi pelestari hutan.


"Kami berharap praktik baik yang dimulai di Pekanbaru ini dapat menjadi contoh dan direplikasi di berbagai daerah di Indonesia," ujarnya.


Menutup arahannya, Kak Luckmi mengajak seluruh pengurus baru membangun organisasi yang solid, memperkuat kolaborasi, meningkatkan kapasitas anggota, serta menghadirkan Saka Wanabakti sebagai rumah pembinaan yang mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter, kompeten, mencintai hutan, dan siap berkontribusi bagi pembangunan kehutanan Indonesia.


"Selamat bertugas dan selamat mengabdi. Mari bersama-sama menjaga kelestarian hutan Indonesia demi anak cucu kita dan masa depan bangsa," pungkasnya.


Penulis : Kak Rasid Ahmad (Humas Kwarcab Kota Pekanbaru)


Sambutan Ketua Kwarcab Kota Pekanbaru diwakili Wakil Ketua bidang Abdimasgana LH Kak Zarman Chandra S.STP., M.Si

Sambutan Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan Kementerian Kehutanan selaku Sekretaris Umum Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Nasional Kak Luckmi Purwandari, ST., M.Sc


NEXT »